Melalui penambahan koleksi MONDIAL Precious Fire ini, Leslie ingin memperluas interpretasi mengenai energi api, sebagai simbol ambisi, desire, dan passion, yang terus berkembang dan melahirkan berbagai bentuk keindahan baru.
“Setiap koleksi menjadi refleksi bagaimana kreativitas terus bergerak tanpa batas, sebagaimana api yang selalu menyebarkan energinya,” sambung Leslie.
Menurut Leslie, salah satu tantangan terbesar dalam menciptakan koleksi ini adalah menemukan Ruby dan Blue Sapphire yang memiliki karakter warna saling melengkapi.
Berbeda dengan berlian yang memiliki standar warna relatif konsisten, setiap precious stone memiliki kombinasi tone, hue, dan saturation yang unik sehingga membutuhkan proses kurasi yang sangat selektif.

"Salah satu tantangan terbesar dalam koleksi ini justru terletak pada pemilihan precious stones. Ruby dan Blue Sapphire memiliki rentang warna yang sangat luas. Masing-masing batu memiliki kombinasi tone, hue, dan saturation yang berbeda, sehingga menemukan batu-batu yang dapat saling melengkapi bukanlah proses yang mudah,” terang Leslie.
“Kami harus melakukan kurasi secara sangat selektif untuk mendapatkan gradasi warna yang harmonis, lalu menyusun setiap batu satu per satu agar transisinya terasa natural di dalam sebuah karya perhiasan. Proses ini membutuhkan ketelitian, pengalaman, serta craftsmanship tingkat tinggi, karena sedikit saja perbedaan karakter warna dapat mengubah keseluruhan komposisi desain,” lanjutnya.
Sementara itu, Nicholas Saputra mengungkapkan bahwa filosofi api yang terus bergerak menjadi inspirasi utama dalam proses kreatif koleksi terbaru MONDIAL Precious Fire.
Menurutnya, proses kreatif koleksi ini tidak hanya berfokus pada desain, tetapi juga pada bagaimana menghadirkan gradasi warna Ruby dan Blue Sapphire yang mampu menggambarkan karakter api secara artistik.
"Bagi saya, api tidak pernah berhenti bergerak. Ia terus berkembang dan melahirkan bentuk-bentuk baru, dan gagasan itulah yang menjadi dasar penambahan koleksi MONDIAL Precious Fire kali ini. Dalam proses kreatif, saya juga memberi perhatian yang sangat besar pada gradasi warna Ruby dan Blue Sapphire," beber Nicholas.
Ia menjelaskan, menciptakan transisi warna yang tampak alami bukanlah proses yang mudah. Setiap batu mulia memiliki karakter unik sehingga membutuhkan ketelitian tinggi, mulai dari proses pemilihan hingga penyusunan agar menghasilkan komposisi yang harmonis.
"Menciptakan transisi warna yang terasa natural bukanlah sesuatu yang sederhana. Setiap batu memiliki karakter yang berbeda, sehingga dibutuhkan ketelitian dan craftsmanship yang luar biasa untuk menemukan, memilih, lalu merangkainya menjadi sebuah komposisi yang harmonis. Justru proses inilah yang menurut saya membuat setiap karya memiliki nilai artistik sekaligus emosional yang begitu kuat,” terangnya.
Baca Juga: Happy Salma: Menyatukan Seni, Budaya, dan Bisnis dalam Brand Perhiasan Tulola