Di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), Polytron menghadirkan solusi mobilitas yang lebih efisien dan praktis melalui mobil listrik terbaik Polytron G3 Series. Berdasarkan simulasi perhitungan biaya operasional, mobil listrik ini mampu menghadirkan efisiensi hingga hampir 9 kali lebih hemat dibandingkan mobil berbahan bakar bensin, sekaligus memberikan kepastian biaya yang lebih stabil bagi konsumen.
Perbandingan biaya menunjukkan bahwa dengan konsumsi harga BBM Rp13.590 per liter dan konsumsi 13 liter per 100 km, mobil bensin memerlukan biaya sekitar Rp1.767 per km. Sementara itu, mobil listrik terbaik Polytron G3 Series dengan tarif listrik Rp1.699 per kWh dan konsumsi energi 0,129 kWh per km hanya membutuhkan sekitar Rp220 per km. Selisih ini menjadi dasar utama efisiensi signifikan yang ditawarkan mobil listrik terbaik Polytron G3 Series.
Baca Juga: Polytron Kembali Luncurkan #KilometerKebaikan untuk Konversikan Perjalanan Jadi Donasi
"Jika digunakan dalam skenario rata-rata 1.500 km per bulan, biaya operasional mobil bensin mencapai sekitar Rp2.650.500 per bulan. Sebaliknya, pengguna mobil listrik terbaik Polytron G3 Series hanya mengeluarkan sekitar Rp330.000 per bulan. Dengan demikian, konsumen berpotensi menghemat lebih dari Rp2,3 juta setiap bulan. Dalam jangka waktu satu tahun, total penghematan dapat mencapai hingga Rp28 juta, hanya dari sisi biaya energi," sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Polytron yang diterima di Jakarta, Rabu (4/1/2026).
Mobil listrik terbaik Polytron G3 Series dapat mengisi daya di rumah. Dengan kapasitas baterai sekitar 52 kWh dan konsumsi energi 12,93 kWh per 100 km, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 402 km dalam sekali pengisian penuh.
Efisiensi yang Dapat Dihitung dan Diprediksi
Keunggulan lain dari mobil listrik terbaik Polytron G3 Series terletak pada transparansi dan kemudahan perhitungan biaya energi. Dengan tarif listrik yang relatif stabil dibandingkan BBM, pengguna dapat memperkirakan pengeluaran secara lebih akurat dan terencana.
Pendekatan berbasis kalkulasi ini memungkinkan konsumen untuk secara langsung membandingkan biaya penggunaan kendaraan listrik dengan kendaraan konvensional, sehingga memberikan gambaran nyata mengenai potensi penghematan dalam jangka panjang.