Namun menurutnya, aksi Jokowi melakukan safari politik untuk mendongkrak PSI perlu diuji lantaran elektoral partainya masih rendah.

"Hasil survei Poltracking Indonesia terbaru, elektabilitas PSI hanya 2,3 persen. Elektabilitas PSI ini justru turun bila dibandingkan dengan perolehan suara PSI pada Pileg 2024 yang mencapai 2,81 persen," bebernya.

Karena itu, ia melihat safari yang dilakukan Jokowi belum memberikan dampak yang signifikan untuk PSI. "Jadi, safari politik Jokowi hingga saat ini belum dapat meningkatkan elektrotal PSI. Hasil tersebut juga diperkirakan akan sama usai Jokowi safari politik ke Bandung dan Bekasi. Elektoral PSI akan tetap rendah dan diperkirakan akan tetap bertahan menjadi partai gurem," tukasnya.