Amran menambahkan, strategi pengembangan ini bersifat fleksibel seperti yang diterapkan di Brasil. Dengan sistem ganda, pemerintah bisa memilih menjual produk sesuai harga yang lebih menguntungkan di pasar.

"Kalau harga gula naik, kita jual gula. Kalau harga etanol naik, kita jual etanol. Seperti terjadi di Brasil," pungkasnya.

Mendongkrak Pendapatan Petani

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, 1 juta hektar lahan itu sudah bisa memenuhi kebutuhan etanol masyarakat Indonesia, ia optimis. Nantinya lahan tersebut bakal ditanami tebu dan singkong. 

"Kalau tambah 10% saja, maka kita perlu sejuta kebun tebu. Dan di mana tanah nanti untuk metanol akan ditanam orang singkong? Nggak akan ada lagi tanah kosong," kata Zulhas. 

Kebijakan tambahan 10 persen etanol pada BBM bensin, kata Zulhas juga menjadi angin segar buat para petani, ketika program ini sudah berjalan, maka petani bisa meraup untung besar karena harga komoditas tebu dan singkong bakal naik. 

"Karena setiap lahan nanti satu hektare bisa memberikan penghasilan Rp80 juta satu tahun. Tanam singkong bisa (dapat) Rp80 juta. Sekarang kenapa nggak bisa? Karena nggak ada yang beli," kata Zulhas.

"Kalau besok kita sudah etanol dan metanol. Pabriknya yang beli ada. Tiap hari kita pakai bensin. Jadi orang akan tanam karena ada yang beli. Satu liter itu kira-kira 6 kilogram. Kalau singkong 6 kilo. Berarti singkong itu harganya kira-kira Rp1.500 ke atas satu kilo," tambahnya.