Growthmates, mempersiapkan anak untuk meraih cita-cita bukan hanya soal memilih sekolah terbaik atau memberikan berbagai kursus tambahan.
Menurut CEO & Principal Consultant ZAP Finance, Prita Hapsari Ghozie, SE, MCom, GCertFP, orang tua juga perlu mempertimbangkan kenyamanan anak sekaligus kemampuan finansial keluarga agar proses tumbuh kembang mereka tetap optimal.
Berdasarkan pengalamannya sebagai orang tua, Prita mengungkapkan, ada dua hal yang ingin ia lakukan secara berbeda jika memiliki kesempatan untuk mengulang. Salah satunya adalah tidak memberikan terlalu banyak les kepada anak.
Menurutnya, banyaknya kelas tambahan belum tentu memberikan manfaat yang sebanding dengan waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan. Bahkan, kondisi tersebut justru bisa membuat anak kelelahan dan kehilangan minat.
"Kalau aku bisa ulang, aku nggak bakal masukin kebanyakan les. Kenapa? Karena les yang terlalu banyak ternyata juga ada yang nggak terlalu bermanfaat buat anak kita. Dan itu kan makan budget juga ya, dia juga capek dan mungkin nggak suka," tutur Prita, dikutip dari laman Instagram @zapfinance, Rabu (15/7/2026).
Selain itu, Prita juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan jarak antara rumah, sekolah, dan tempat les.
Menurutnya, lokasi yang terlalu berjauhan dapat menambah beban fisik maupun mental, baik bagi anak maupun orang tua.
"Karena sekolah di mana pun itu kalau jaraknya nggak sesuai sama rumah kita, effort-nya akan berlebihan banget. Orang tuanya pusing, anaknya juga capek. Terus menuju ke tempat les juga mesti dipikirin jarak dari sekolah, rumah, dan tempat les. Itu akan ngaruh banget ke performance mereka," jelasnya.
Baca Juga: Bukan Dana Pendidikan, Ini Investasi Terbaik untuk Anak Menurut Financial Planner
Di sisi lain, lanjut Prita, ada satu keputusan yang hingga kini sangat ia syukuri, yakni konsisten menjalankan rencana keuangan keluarga.
Prita mengatakan, dirinya selalu berpegang pada perencanaan yang disesuaikan dengan kemampuan finansial, termasuk menetapkan porsi anggaran pendidikan anak.
Ia pun mengungkapkan bahwa keluarganya hanya mengalokasikan sekitar 10 persen dari total penghasilan untuk biaya pendidikan anak. Seluruh perencanaan tersebut dijalankan secara disiplin, bahkan jika harus menunda berbagai keinginan demi memastikan dana pendidikan tercukupi.
"Aku benar-benar disiplin dan stick with my plan. Plan aku benar karena aku ngikutin kemampuan finansial. Aku benar-benar cuma pakai sekitar 10% dari penghasilan kita untuk biaya pendidikan anak," kata Prita.
Terakhir, Prita menegaskan bahwa konsistensi menjadi kunci agar target keuangan dapat tercapai tanpa mengorbankan stabilitas finansial keluarga.
"Semua yang udah kita hitung itu kita ikutin banget. Kita benar-benar nahan berbagai hal dalam kehidupan kita, nunda ini itu demi dana pendidikan tercapai dulu, habis itu bebas banget," tutupnya.
Baca Juga: 3 Bekal Penting Sebelum Investasi Menurut Financial Planner