Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui jika program unggulan Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) masih banyak persoalan yang harus segera dibenahi.

Adapun hal tersebut dikatakan terkait rencana penambahan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurutnya, sejumlah kegiatan yang belum mendesak dapat dihentikan sementara agar tata kelola dapat diprioritaskan. Salah satunya, mencegah terjadinya kembali kasus keracunan pada siswa.

Baca Juga: Program MBG Tetap Berjalan, Gibran: Terbebas dari Korupsi

"Masalah di BGN ini banyak sekali. Jadi sekarang internalnya dibenahi dulu. Kegiatan-kegiatan baru yang tidak mendesak dihentikan sementara. Fokus pada yang memang prioritas," terangnya kepada wartawan, Senin (22/6/2026).

Baca Juga: 'Investor' MBG Tagih Rp218,2 M, Nanik S. Deyang: Gak Ada Kaitannya dengan BGN

Lanjutnya, ia mengatakan pembenahan dapat dilakukan dengan mengevaluasi sasaran program, perbaikan tata kelola, hingga mengaudit dapur penyedia makanan bergizi.

"Kalau ada sekolah yang sudah bagus dan tidak perlu intervensi, ya tidak usah. Kemudian tata kelolanya juga diperbaiki. Dapur-dapur juga diaudit," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan evaluasi program tidak berkaitan dengan anggaran, melainkan untuk memastikan keamanan penerima manfaat.

Sambungnya, ia menegaskan jika pemerintah tidak ingin lagi terjadi kasus keracunan bagi anak penerima MBG.

"Walaupun ini bukan soal angka, satu pun anak kita tidak boleh mengalami keracunan lagi. Kalau semuanya sudah diperbaiki, nanti baru dirapatkan lebih lanjut," terangnya.