Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membuka akses pendidikan bagi keluarga miskin dan anak-anak yang selama ini belum tersentuh secara optimal oleh pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Mensos saat menghadiri Wisuda ke-10 UAG University & Welcoming Reception Mahasiswa Baru ke-14 dengan tema “From Knowledge to Global Impact: Advancing Halal Excellence for Indonesia Emas 2045” di Granada Ballroom, Menara 165, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurut Saifullah, Sekolah Rakyat dirancang khusus bagi keluarga yang berada pada kelompok paling tidak mampu, termasuk mereka yang belum mendapatkan kesempatan yang layak dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Prabowo Curhat Perjalanan Panjang Minta Mandat Rakyat: Empat Kali Gagal Baru Jadi Presiden

“Sekolah Rakyat ini adalah sekolah yang diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu, keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan, keluarga yang belum beruntung, dan keluarga yang prasejahtera,” ujar Saifullah.

Baca Juga: Keracunan MBG di SMA Berastagi, Dokter Ungkap Temuan Bakteri hingga Risiko Gagal Ginjal

Ia menjelaskan Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama atau boarding school. Dengan sistem tersebut, peserta didik mendapatkan pendidikan sekaligus pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang ditanggung negara.

“Jadi Sekolah Rakyat itu boarding school, jadi pendidikannya 24 jam, tentu semua ditanggung oleh negara. Inilah cara negara, cara Presiden Pak Prabowo memelihara fakir miskin dan anak-anak yang terlantar,” katanya.

“Keluarga inilah yang disebut oleh Bapak Presiden sebagai the invisible people. Penderitaannya tidak nampak oleh kita, tidak nampak oleh negara, tidak nampak di dalam sistem pendataan, dan luput dari perhatian pembangunan,” imbuhnya. 

Ia mencontohkan kondisi keluarga yang bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Ada keluarga yang tidak mampu menebus ijazah anaknya hingga keluarga yang harus bersyukur ketika dapat makan dua kali sehari.

“Bahkan mereka sering kali hanya makan satu kali sehari. Potret-potret seperti inilah yang mendapatkan perhatian khusus dari Bapak Presiden,” kata Saifullah.