Aktif di Dunia Sastra dan Literasi
Tak hanya aktif di organisasi, Tiyo juga dikenal memiliki kecintaan besar terhadap dunia sastra dan literasi.
Dikutip dari Beritasatu, mahasiswa Filsafat UGM tersebut aktif sebagai penulis, pembaca puisi, fasilitator kegiatan literasi, hingga penggerak berbagai forum kebudayaan.
Sejumlah prestasi nasional yang pernah diraihnya antara lain Juara 1 Nasional Lomba Baca Puisi Inspiratif Penegak Kelangga dan Juara 2 Nasional Monolog Bahasa Jawa Universitas Negeri Semarang (Unnes). Ia juga tercatat sebagai peserta termuda dalam Pertemuan Penyair Nusantara XI.
Tak berhenti di situ, Tiyo juga telah menerbitkan buku antologi puisi berjudul Sesapa Mesra Selinting Cinta yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Jawa Tengah pada 2019.
Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kiprahnya tidak hanya berkembang di dunia organisasi dan advokasi mahasiswa, tetapi juga kuat di ranah seni, budaya, dan literasi.
Mahasiswa Berprestasi dan Penggagas Omah Dongeng
Selain menjabat sebagai Ketua BEM KM UGM, Tiyo juga dikenal sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UGM.
Melalui akun Instagram @tiyoardianto_, ia aktif membagikan berbagai pemikiran, aktivitas, serta pandangannya mengenai isu sosial dan kemasyarakatan. Akun tersebut telah diikuti lebih dari 448 ribu pengikut.
Pada bio akun Instagram-nya, Tiyo menuliskan kalimat ‘Pada hal-hal bijak aku berpijak, pada yang terinjak aku berpihak’. Kalimat tersebut mencerminkan nilai-nilai yang selama ini ia pegang dalam kehidupan maupun aktivitas sosialnya.
Tak hanya itu, Tiyo juga memperkenalkan dirinya sebagai salah satu penggagas Omah Dongeng, komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, literasi, dan pengembangan anak. Keterlibatan itu menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan jauh sebelum dikenal luas sebagai aktivis mahasiswa.
Konsisten Menyuarakan Aspirasi Publik
Kini, nama Tiyo kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah ramai diperbincangkan.
Dikutip dari Inilah.com, ia bahkan sempat mengungkap dugaan adanya perangkat pelacak pada kendaraan yang digunakannya setelah menerima notifikasi dari aplikasi pendeteksi perangkat pada Juni 2026.
Terlepas dari berbagai kontroversi dan tekanan yang mengiringi aktivitasnya, Tiyo tetap aktif menyampaikan pandangan di ruang publik. Perjalanannya dari lulusan Paket C hingga menjadi Ketua BEM UGM dan Mahasiswa Berprestasi menjadi bukti bahwa latar belakang pendidikan nonformal bukanlah hambatan untuk meraih prestasi dan mengambil peran penting dalam kehidupan sosial.
Dengan kombinasi kemampuan intelektual, kepedulian terhadap isu publik, serta kecintaan terhadap dunia sastra dan literasi, Tiyo Ardianto kini menjelma menjadi salah satu figur mahasiswa yang paling banyak mendapat perhatian di Indonesia.
Baca Juga: Daftar Pebisnis Ternama Lulusan Kampus UGM