Dr. (H.C.) H. Rachmat Gobel adalah salah satu tokoh penting di dunia bisnis dan politik Indonesia. Sebagai generasi kedua dari keluarga Gobel, ia tidak hanya meneruskan warisan bisnis yang telah dibangun oleh ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel, tetapi juga memberikan inovasi dan kontribusi besar di berbagai bidang, termasuk industri elektronik, inovasi teknologi, dan pembangunan ekonomi nasional.
Selain sukses dalam dunia usaha, ia juga aktif dalam politik, hal itu dibuktikan dari rekam jejak kariernya di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dalam Kabinet Kerja Periode 2014-2019, dan ia juga pernah mengemban tugas sebagai Wakil Ketua DPR RI, masa periode 1 Oktober 2019 hingga 1 Oktober 2024.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang perjalanan hidup Rachmat Gobel, berikut Olenka telah merangkum data-data terkait dari beberapa sumber pada Jumat (31/01/2025):
Perjalanan Hidup
Rachmat Gobel lahir pada 3 September 1962 sebagai anak kelima dan putra pertama dari pasangan Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel. Ia berasal dari keluarga besar Gobel yang memiliki akar kuat di Gorontalo, Sulawesi.
Keturunannya langsung dapat ditelusuri hingga Sultan Ibrahim Duawulu, atau dikenal sebagai Raja Hubulo dari Kesultanan Bolango. Raja Hubulo sendiri dikenal sebagai seorang ulama yang teguh dalam menyebarkan agama Islam dan menentang penjajah kolonial.
Sejarah keluarganya yang penuh perjuangan ini membentuk karakter dan semangat juang Rachmat dalam berbagai aspek kehidupan.
Sejak kecil, Rachmat dididik dengan prinsip kerja keras oleh ayahnya. Pada masa liburan sekolah, ia seringkali diikutsertakan dalam kegiatan kerja di pabrik, mengikuti ritme para karyawan demi memahami seluk-beluk dunia usaha sejak dini. Diskusi tentang bisnis dan manajemen perusahaan sudah menjadi bagian dari kesehariannya.
Pendidikan
Setelah menyelesaikan pendidikan Menengah Atas di Jakarta pada tahun 1981, Rachmat Gobel memilih untuk melanjutkan studi ke Jepang, tepatnya di Chuo University, Tokyo. Di sana, ia mengambil jurusan Perdagangan Internasional, dengan tujuan tidak hanya memperoleh ilmu ekonomi, tetapi juga memahami budaya dan bahasa Jepang.
Tentu hal ini menjadi langkah strategis karena Panasonic Gobel Group memiliki hubungan erat dengan Matsushita Group (sekarang Panasonic Group) dari Jepang.
Satu setengah tahun pertamanya di Jepang, Rachmat gunakan untuk mendalami bahasa Jepang sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan sarjana dalam waktu empat tahun. Setelah lulus, ia menjalani pelatihan kerja di kantor pusat Matsushita Group di Osaka selama dua tahun.
Saat menjalani pelatihan ini, ia mendapat kabar duka bahwa ayahnya wafat pada 21 Juli 1984, yang kemudian memanggilnya kembali ke tanah air untuk meneruskan perjalanan bisnis keluarganya.
Perjalanan Karier
Rachmat beberapa kali pernah menduduki posisi mentereng, tidak hanya dalam pemerintahan, namun jenjang kariernya di swasta juga layak diacungi jempol.
Panasonic Gobel Indonesia
Pada tahun 1989, Rachmat Gobel kembali ke Indonesia dan langsung menduduki posisi Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel (sekarang PT Panasonic Manufacturing Indonesia). Dua tahun kemudian, ia diangkat menjadi anggota Dewan Direksi dengan tanggung jawab penuh dalam perencanaan manajemen perusahaan.
Dengan mengusung filosofi kerja keras yang diwarisi dari ayahnya serta prinsip "air mengalir" dari Konosuke Matsushita, ia mampu membawa perusahaannya tetap eksis dan berkembang, bahkan di tengah krisis ekonomi.
Baca Juga: Mengenal Gideon Hartono, Pendiri Apotek K-24: Toko Obat yang Buka 24 Jam Pertama di Indonesia
Pada 1993, Rachmat diangkat sebagai Wakil Presiden Direktur PT National Gobel dan Presiden Direktur PT National Panasonic Gobel. Ia juga menjabat sebagai Komisaris PT Panasonic Manufacturing Indonesia sejak 2002 dan Komisaris Utama PT Panasonic Gobel Indonesia sejak 2004.
Di luar bisnis keluarga, Rachmat juga aktif dalam organisasi pengusaha, termasuk menjabat sebagai Ketua Umum Gabungan Perusahaan Industri Elektronika Indonesia (GABEL) dan Federasi Asosiasi Industri Berbasis Elektronika dan Telematika (F-GABEL).
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)
Keterlibatan Rachmat dalam KADIN dimulai pada 2002 ketika ia dipercaya sebagai Ketua Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia, dan Elektronika. Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua Umum yang menangani bidang industri, teknologi, dan kelautan.
Baca Juga: Mengenang Sosok William Soeryadjaya, Tokoh di Balik Berdirinya Astra
Selain itu, Rachmat juga berkontribusi dalam penyusunan "VISI 2030 dan Roadmap 2010 Industri Nasional" yang kemudian diperbarui menjadi Roadmap 2015. Hingga kini, ia masih aktif dalam organisasi bisnis sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia serta Ketua DPN Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Jabatan di Pemerintahan
Rachmat Gobel ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan pada 26 Oktober 2014 oleh Presiden Joko Widodo dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019.
Namun, ia hanya menjabat selama satu tahun sebelum digantikan oleh Thomas Lembong dalam reshuffle kabinet. Pada 1 Oktober 2019, ia kembali ke panggung politik dengan dilantik sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Kehidupan Pribadi
Selain kesuksesannya dalam dunia usaha dan politik, Rachmat Gobel juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya dan ekonomi kreatif Indonesia. Ia aktif dalam pelestarian seni tradisional seperti batik, keris, jamu, pencak silat, dan angklung.
Baca Juga: Mengenal Jesslyn Widjaja, Generasi Ketiga Sinar Mas Group
Salah satu upayanya dalam memperkenalkan budaya Indonesia adalah ketika ia berhasil meyakinkan Bill Gates untuk mengenakan batik dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Rachmat juga memiliki kepedulian khusus terhadap tanah kelahirannya di Gorontalo. Atas kontribusinya, masyarakat setempat memberinya gelar "Ti Bulilango Hunggia" atau "Pemberi Cahaya Negeri" pada tahun 2000.
Dalam kehidupan pribadinya, Rachmat Gobel menikah dengan Retno Damayanti dan dikaruniai dua orang anak, yakni Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel.
Harta Kekayaan
Sebagai seorang pengusaha dan pejabat negara, Rachmat Gobel melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan data terakhir yang tersedia, yakni pada tahun 2022 total kekayaan yang dimilikinya mencapai Rp563.116.860.820. Harta tersebut terdiri dari aset tanah dan bangunan, kendaraan, surat berharga, kas, serta investasi bisnis.
Dengan rekam jejak yang panjang di dunia bisnis dan politik, Rachmat Gobel adalah salah satu figur penting yang terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Keberhasilannya dalam meneruskan bisnis keluarga, keterlibatannya dalam dunia industri, serta perannya di parlemen menjadikannya contoh nyata seorang pemimpin yang visioner dan berdedikasi.