Kekurangan Aturan 50-30-20

Meski cukup populer, aturan ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Menurut Moore, metode ini lebih mudah diterapkan oleh mereka yang memiliki pendapatan tetap.

Bagi pekerja lepas, pekerja kontrak, atau orang dengan penghasilan yang berubah-ubah, pembagian rasio tersebut bisa lebih sulit dilakukan karena pemasukan tidak selalu sama setiap bulan.

Perencana keuangan Kevin Mahoney, CFP, juga mengingatkan bahwa penganggaran bukanlah sesuatu yang sempurna. Kondisi hidup dapat berubah sewaktu-waktu sehingga rencana keuangan yang sudah dibuat mungkin perlu disesuaikan.

Karena itu, ia menyarankan agar seseorang tidak terlalu kaku dengan angka tertentu. Jika target menabung 20 persen terasa berat, memulai dari jumlah kecil seperti 3 atau 5 persen tetap merupakan langkah positif.

Kebiasaan menabung, sekecil apa pun jumlahnya, dapat membantu membangun rasa aman dan kendali terhadap kondisi finansial.

Kapan Perlu Mengubah Rasio 50-30-20?

Aturan 50-30-20 hanyalah panduan, bukan aturan mutlak. Setiap orang dapat menyesuaikannya berdasarkan kondisi dan tujuan keuangan masing-masing.

Bagi mereka yang sedang fokus melunasi utang berbunga tinggi, pembagian seperti 40-20-40 bisa lebih sesuai karena memberikan porsi lebih besar untuk pembayaran utang.

Sementara, bagi keluarga yang baru berkembang dan menghadapi biaya tambahan seperti kebutuhan anak atau kesehatan, rasio 60-20-20 mungkin lebih realistis.

Bagi orang yang mengejar konsep FIRE (Financial Independence, Retire Early) atau pensiun dini, meningkatkan porsi tabungan dan investasi melalui pola seperti 50-20-30 juga bisa menjadi pilihan.

Yang terpenting adalah membuat rencana yang realistis dan dapat dijalankan secara konsisten.

Baca Juga: Bukan Sekadar Punya Banyak Uang, Ini Tanda Keuangan Anda Sudah Aman Menurut Financial Planner