Growthmates, kentut mungkin terdengar sebagai hal sepele dan kerap dianggap memalukan. Namun, bagi pasien yang baru menjalani operasi, keluarnya gas dari tubuh ternyata menjadi salah satu tanda penting yang diperhatikan dokter sebelum memastikan kondisi pasien pascaoperasi.

Tak heran jika pasien yang baru menjalani operasi, terutama dengan pembiusan total, sering mendapat pertanyaan yang sama dari dokter maupun tenaga medis: sudah kentut atau belum?

Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi atau yang dikenal sebagai Dokter Tirta, memaparkan, pertanyaan tersebut bukan sekadar formalitas dalam pemeriksaan pasien. Kentut justru menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas usus mulai kembali normal setelah terpengaruh obat anestesi.

Menurut Dokter Tirta, selama proses pembiusan, aktivitas sejumlah organ tubuh, termasuk usus, dapat mengalami penurunan. Kondisi ini membuat kerja sistem pencernaan melambat untuk sementara waktu.

"Karena itu mencerminkan aktivitas usus. Ketika kita misalkan dibius total, semua kegiatan di atas ini dinonaktifkan ibaratnya. Termasuk aktivitas usus," jelas Dokter Tirta, sebagaimana dikutip dari laman Instagram pribadinya @dr.tirta, Jumat (6/11/2026)

Dokter Tirta menerangkan, setelah pasien kembali sadar dari pembiusan, usus tidak serta-merta langsung bekerja seperti biasa. Organ tersebut membutuhkan waktu beberapa jam untuk kembali menjalankan fungsinya.

Salah satu tanda bahwa fungsi usus mulai pulih adalah munculnya gerakan peristaltik, yakni gerakan otot saluran pencernaan yang membantu mendorong makanan dan gas di dalam usus.

Baca Juga: Penderita Asma Ingin Ikut Event Lari? Dokter Tirta Ingatkan Hal Ini

Ketika aktivitas tersebut mulai berjalan kembali, kata dia, pasien biasanya akan mulai mengeluarkan gas atau kentut.

"Ciri khas efek anestesi sudah hilang total adalah ketika usus tersebut sudah mulai melakukan aktivitasnya lagi, gerakan peristaltik, sehingga muncul kentut," ungkapnya.

Karena itulah, lanjut dia, dokter secara rutin harus menanyakan apakah pasien sudah kentut setelah menjalani operasi. Informasi tersebut membantu tenaga medis memantau pemulihan fungsi saluran pencernaan.

Dokter Tirta menambahkan, apabila pasien belum juga kentut, dokter akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisinya. Dokter anestesi pun dapat kembali melakukan pemeriksaan atau kunjungan untuk mengevaluasi pemulihan pasien.

"Bahkan kalau dia tidak kentut-kentut, berarti ada kemungkinan pemulihan aktivitas ususnya belum optimal dan dokter anestesi akan visit lagi. Biasanya visit dokter anestesi bisa di hari pertama, hari kedua sampai kentut," jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam pemeriksaan rutin di ruang perawatan, tenaga medis biasanya mencatat waktu terakhir pasien mengeluarkan gas. Hal ini menjadi bagian dari pemantauan kondisi pasien setelah operasi.

"Makanya orang yang habis operasi total, apalagi operasi besar, selalu ditanya, sudah kentut belum Pak? Sudah kentut belum Bu? Kalau belum nanti ditulis jamnya," pungks Dokter Tirta.

Baca Juga: Dokter Tirta Ungkap Autoimun Tak Bisa Sembuh Total, Ini Kunci Mengendalikan Gejalanya