Direktur INDEF Green Transition Initiative, Imaduddin Abdullah, menilai bahwa potensi mineral kritis untuk transisi energi di masa depan akan semakin besar. Hal tersebut mempertimbangkan kebutuhan mineral untuk produk-produk transisi energi menjadi lebih tinggi daripada produk berbasis fosil.

"Kami melihat bahwa dengan adanya tren transisi energi ke depan kebutuhan mineral di level global juga akan semakin mengalami peningkatan," ungkap Imaduddin kepada Olenka, dilansir kembali pada Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Rupiah Melemah, Menkeu Purbaya Pastikan Pembayaran Utang Aman dan Subsidi Energi Sudah Terhitung

Ia menambahkan, sejumlah data menunjukkan bahwa potensi pendapatan di level global untuk mineral akan mengalami peningkatan hingga lebih dari 500% sampai dengan tahun 2040. Hal itu berbanding terbalik dengan batubara yang ditaksir anjlok hingga lebih dari 59%.

"Jadi memang ke depan potensi dari mineral demand ini, mineralnya akan semakin besar dengan adanya transisi energi," tutupnya.