Bagi pecinta sinetron Tanah Air, judul Cinta Fitri tentu sudah tidak asing lagi. Diproduksi hingga tujuh musim, sinetron ini sukses mencuri perhatian sekaligus melambungkan nama para pemainnya.

Selain Shireen Sungkar, sosok Teuku Wisnu juga ikut melejit berkat perannya sebagai Farrel Emeraldi Hutama, yang membuatnya dikenal luas sebagai salah satu bintang populer di masanya.

Menariknya, perjalanan karier Wisnu di dunia hiburan bermula dari kejadian tak terduga. Sebuah kecelakaan mobil yang membuatnya harus bertanggung jawab atas kerugian justru mendorongnya mencoba peruntungan lewat casting iklan, atas rekomendasi seorang teman.

Siapa sangka, langkah tersebut menjadi titik awal yang membuka gerbang kariernya di industri hiburan hingga kini. Bukan hanya di panggung hiburan, Wisnu juga melebarkan kariernya ke dunia bisnis dengan memiliki sejumlah lini usaha bersama sang istri. 

Baca Juga: Profil dan Jejak Karier Irwansyah, dari Aktor hingga Miliki Banyak Bisnis

Berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Senin (23/3/2026),  untuk mengenal lebih dekat sosok dan perjalanan karier Teuku Wisnu.

Profil Teuku Wisnu

Teuku Wisnu merupakan pria berdarah Aceh yang lahir pada 4 Maret 1985. Ia adalah putra dari pasangan Teuku Yusar dan Wuwuh A. Putri. 

Dalam hal pendidikan, Wisnu tercatat sebagai lulusan Universitas Prof. Dr. Moestopo dengan gelar S1 di bidang Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Perihal kehidupan pribadinya, kisah cinta Wisnu juga kerap mencuri perhatian. Ia dipertemukan dengan Shireen Sungkar, lawan mainnya dalam sinetron Cinta Fitri, yang berawal dari cinta lokasi dan berlanjut ke dunia nyata. 

Hubungan keduanya terjalin selama tiga tahun sebelum akhirnya resmi menikah pada 2013. Dari pernikahan tersebut, mereka kini telah dikaruniai tiga orang anak, yakni Teuku Adam Al Fatih, Cut Hawwa Medina Al Fatih, dan Cut Shafiyyah Mecca Al Fatih.

Perjalanan Karier

Setelah membintangi iklan televisi, karier Teuku Wisnu di dunia akting mulai berkembang pesat. Ia mendapat berbagai tawaran untuk bermain dalam sinetron, dengan Benar-Benar Cinta (2006) sebagai debutnya di layar kaca.

Namanya kian melambung lewat sinetron fenomenal Cinta Fitri, yang tayang selama tujuh musim. Dalam serial tersebut, Wisnu berperan sebagai Farel dan beradu akting dengan Shireen Sungkar, yang kini menjadi istrinya. 

Setelah kesuksesan tersebut, Wisnu terus aktif membintangi berbagai sinetron lain seperti Ranum, Senggol-Senggol Asmara, Fathiyah, hingga Raden Kian Santang. 

Tak hanya di layar kaca, ia juga merambah dunia perfilman dengan membintangi sejumlah judul, di antaranya Gue Kapok Jatuh Cinta (2006), Lentera Merah, dan SMS (Suka Ma Suka) (2009). Bahkan, dalam film Wanita Tetap Wanita (2013), ia menunjukkan kemampuannya di balik layar sebagai sutradara.

Baca Juga: Menelusuri Profil dan Jejak Karier Reza Rahadian, Aktor Multitalenta dengan Segudang Prestasi

Selain berakting, Wisnu juga sempat menekuni dunia musik. Ia merilis beberapa lagu, baik solo maupun duet, termasuk bersama Shireen Sungkar untuk lagu tema sinetron yang mereka bintangi. 

Berkat kiprahnya di dunia hiburan, Wisnu pun berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Ia beberapa kali memenangkan kategori Aktor Ngetop di ajang SCTV Awards, serta meraih penghargaan Aktor Favorit di Nickelodeon Indonesia Kids' Choice Awards. Hal ini semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu aktor populer di masanya.

Tak hanya sukses di dunia hiburan, Teuku Wisnu juga piawai mengembangkan bisnis di berbagai bidang. Bersama sang istri, Shireen Sungkar, ia merambah sektor kuliner, fesyen muslim, hingga investasi.

Salah satu bisnis kuliner paling ikonik yang dibangunnya adalah Malang Strudel, yang kini telah memiliki banyak outlet di Kota Malang. Selain itu, Wisnu juga mengembangkan sejumlah usaha lain seperti Bumbu Ireng Yu San, Malang Bistro, serta berinvestasi di Almaz Fried Chicken dan Baker Old.

Di bidang fesyen, Wisnu dan Shireen turut mengelola brand busana muslim Gerai Hawa, yang menjadi salah satu lini bisnis mereka dalam menghadirkan produk modest fashion bagi masyarakat.