Setelah sukses mencuri perhatian publik lewat episode pertamanya yang telah ditonton lebih dari 52 juta kali di YouTube, McDonald’s Indonesia kembali menghadirkan episode kedua film pendek 'Sepenuhnya Indonesia' yang resmi tayang pada 17 April 2026.
Film pendek ini tidak hanya menjadi kelanjutan cerita, tetapi juga menghadirkan potret keseharian masyarakat Indonesia melalui gestur-gestur sederhana yang penuh makna.
Lewat sapaan hangat, uluran tangan tanpa pamrih, hingga keakraban yang tumbuh secara alami, film ini mencoba menangkap sisi-sisi kecil kehidupan yang sering kali luput diperhatikan, namun justru menjadi perekat kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Jika pada episode pertama penonton diajak mengikuti perjalanan reflektif Ario Bayu, maka pada episode kedua cerita berkembang dengan pendekatan yang lebih human-centric.
Potongan-potongan momen sederhana dirangkai menjadi gambaran utuh tentang bagaimana nilai kebersamaan, kepercayaan, dan gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat modern.
Nilai-nilai tersebut juga disebut menjadi cerminan budaya kerja para karyawan McDonald’s Indonesia dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan setiap hari.

Sejak dirilis, episode kedua 'Sepenuhnya Indonesia' telah ditonton lebih dari 5,1 juta kali dan mendapat respons positif di berbagai platform digital. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa tema tentang kebaikan sederhana masih sangat relevan dan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Momentum 35 tahun kehadiran McDonald’s Indonesia menjadi latar penting dari hadirnya kampanye ini. Di tengah tren brand yang berlomba menghadirkan konten sensasional, McDonald’s Indonesia memilih pendekatan yang lebih emosional dan jujur dengan bercerita tentang keseharian masyarakat yang telah tumbuh bersama mereka selama lebih dari tiga dekade.
Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia, Caroline Kurniadjaja, mengatakan bahwa perjalanan 35 tahun ini bukan sekadar pencapaian angka, tetapi bentuk refleksi atas hubungan panjang dengan masyarakat Indonesia.
“Bagi kami, 35 tahun bukan sekadar angka. Ini adalah refleksi dari dedikasi kami selama lebih dari tiga dekade hadir di tengah meja makan keluarga Indonesia, di momen-momen penting maupun hari-hari biasa. Kami sangat bangga dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. ‘Sepenuhnya Indonesia’ adalah bentuk penghargaan kami atas kepercayaan yang telah diberikan, dengan mengembalikan cerita tentang nilai-nilai yang dekat dengan keseharian kita dan terus menjadi bagian dari perjalanan kami di Indonesia,” ungkap Caroline Kurniadjaja, dikutip Jumat (8/5/2026).
Film pendek ini disutradarai oleh Dimas Djayadiningrat bersama lebih dari 200 kru dan talenta lokal. Dalam proses produksinya, Dimas memilih pendekatan eksploratif dengan membiarkan momen-momen alami berkembang tanpa banyak rekayasa.
Menurutnya, kekuatan utama film ini justru lahir dari berbagai kejadian spontan yang ditemukan selama proses syuting berlangsung.
“Banyak momen paling bermakna hadir secara organik di lapangan. Di situlah kami menyadari, gotong royong bukan hanya konsep atau sesuatu yang perlu kami ciptakan untuk kamera, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian. Tugas kami hanyalah untuk secara jujur menangkap seluruh momen yang terjalin,” jelas Dimas.
Baca Juga: McDonald’s Indonesia Refleksikan 35 Tahun Perjalanan Lewat Film ‘Sepenuhnya Indonesia’