Memasuki awal tahun 2026, McDonald’s Indonesia menandai perjalanan panjangnya selama 35 tahun di Tanah Air. Perjalanan yang bukan sekadar tentang pertumbuhan jumlah restoran, tetapi juga tentang evolusi layanan, inovasi menu, serta komitmen berkelanjutan untuk memberi dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

McDonald’s Indonesia pertama kali membuka pintunya pada 1991 melalui restoran ikonik di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. Meski kini lokasi tersebut telah berganti konsep dan restoran berpindah ke seberang kawasan Thamrin, kehadiran McDonald’s tetap konsisten di area bersejarah tersebut.

“Saat pertama kali hadir di tahun 1991, misi kami sederhana namun fundamental, yaitu menghadirkan makanan yang berkualitas, lezat, dan melayani masyarakat serta keluarga Indonesia dengan sepenuh hati,” ungkap Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia, saat Press Conference "Sepenuhnya Indonesia" di Flix Cinema ASHTA District 8, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Caroline melanjutkan, salah satu milestone terbesar dalam perjalanan McDonald’s Indonesia terjadi pada 2009, ketika kepemilikan dan operasional waralaba nasional sepenuhnya dikelola oleh PT Rekso National Food, anak usaha Rekso Group, perusahaan swasta nasional milik pengusaha Indonesia.

Seiring waktu, kata dia, McDonald’s Indonesia terus bertumbuh. Hingga usia ke-35, McDonald’s telah mengoperasikan sekitar 313 restoran di 95 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, dengan jumlah karyawan lebih dari 10.000 orang.

“Sejak awal hingga hari ini, komitmen kami bukan hanya menyajikan menu berkualitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, komunitas, dan seluruh pihak yang tumbuh bersama McDonald’s Indonesia,” jelas Caroline.

Evolusi Layanan dan Teknologi

Dalam perjalanannya, McDonald’s Indonesia juga terus berevolusi mengikuti kebutuhan konsumen. Dari sistem grill direct di era awal—di mana makanan disiapkan lebih dulu, McDonald’s beralih ke sistem made for you sejak 2007.

“Dengan sistem made for you, makanan baru dibuat setelah dipesan sehingga lebih fresh, lebih panas, dan kualitasnya lebih terjaga,” kata Caroline.

Transformasi berlanjut pada 2019 melalui konsep Experience of the Future, yang menghadirkan self-ordering kiosk, pembayaran cashless, serta alur pengambilan pesanan yang lebih efisien. Tak hanya itu, aplikasi McDonald’s dan fitur Mobile Order & Payment memungkinkan pelanggan memesan bahkan sebelum tiba di restoran.

Caroline juga mengatakan, McDonald’s Indonesia juga mencatat sejarah sebagai restoran cepat saji pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi halal pada 1994, bukan hanya untuk produk, tetapi untuk keseluruhan restorannya.

“Pencapaian ini diperkuat dengan sertifikat Halal Lifetime Achievement yang diraih pada 2024,” terangnya.

Selain itu, McDonald’s menjadi pelopor berbagai layanan di industri, seperti layanan pesan antar pada 1993 dan drive-thru pertama di Indonesia pada 1995.

Caroline melanjutkan, kesadaran akan karakter konsumen Indonesia mendorong McDonald’s untuk terus menghadirkan menu yang relevan secara budaya.

Sejak akhir 1990-an, kata dia, ayam menjadi menu utama, disusul beragam inovasi lokal seperti nasi uduk, burger rendang, ayam gulai, dan berbagai menu cita rasa Nusantara lainnya yang kini menjadi favorit pelanggan.

Komitmen Sosial dan Pemberdayaan Komunitas

Tak berhenti pada bisnis, McDonald’s Indonesia juga aktif menjalankan berbagai inisiatif sosial. Sepanjang 2025 saja, perusahaan mencatat sekitar 11.000 kegiatan komunitas di berbagai wilayah.

Salah satu program ikoniknya adalah National Breakfast Day, yang telah berlangsung selama 13 tahun berturut-turut.

“Pada 2025, program ini tidak hanya membagikan sarapan gratis tanpa syarat, tetapi juga mengajak masyarakat berdonasi untuk renovasi lebih dari 40 fasilitas lapangan olahraga sekolah,” beber Caroline.

Program lainnya yakni mencakup peluncuran ulang McKids dengan konsep baru bertajuk happy, creative, and talented, program rutin Jumat Berkah, serta dukungan berkelanjutan terhadap Ronald McDonald House Charities (RMHC) yang kini telah berusia 15 tahun dan mengelola rumah singgah, family room, serta care mobile unit.

“Sepanjang 2025, kami juga telah menyalurkan sekitar 50 ribu paket makanan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambah Caroline.

Baca Juga: McDonald’s Indonesia Refleksikan 35 Tahun Perjalanan Lewat Film ‘Sepenuhnya Indonesia’