Growthmates, memasuki usia 40 tahun, prioritas keuangan seseorang seharusnya mulai bergeser. Jika pada usia 20-an dan 30-an fokus utama adalah membangun karier serta mengumpulkan tabungan, maka dekade 40-an menjadi momen untuk memastikan aset yang dimiliki mampu menghasilkan pendapatan dan mendukung berbagai tujuan hidup di masa depan.

Perencana Keuangan, Aliyah Natasya, CFP® IFP®, menilai, tidak ada satu patokan yang berlaku untuk semua orang mengenai kondisi finansial ideal di usia 40 tahun.

Menurutnya, setiap individu harus lebih dulu menentukan gaya hidup dan tujuan hidup yang ingin dicapai.

"Idealnya usia 40 itu harus bertanya ke diri sendiri, mau hidup yang seperti apa? Jadi sebenarnya enggak ada yang benar-benar ideal untuk semua orang," ungkap Aliyah, dalam sebuah video sebagaimana Olenka kutip dari Instagram @senalar.id, Rabu (22/7/2026).

Meski demikian, dari pengalamannya, ada beberapa fondasi finansial yang sebaiknya sudah dimiliki ketika memasuki usia 40-an. Salah satunya adalah memiliki tempat tinggal sendiri atau setidaknya memiliki rencana yang jelas terkait kepemilikan rumah.

"Buat aku yang sudah 40, nomor satu idealnya di usia ini sudah tahu mau tinggal di mana dan punya rumah," kata Aliyah.

Setelah kebutuhan tempat tinggal terpenuhi, kata Aliyah, langkah berikutnya adalah mulai membangun investasi yang dapat menjadi sumber pendanaan berbagai tujuan hidup, termasuk dana pensiun.

Aliyah mencontohkan, apabila seseorang memiliki dana investasi sebesar Rp100 juta, dana tersebut dapat dikelola agar menghasilkan keuntungan secara berkala.

Baca Juga: Pensiun di Usia 55 Tahun? Ini Strategi Agar Tetap Produktif dan Mandiri Finansial

Misalnya, jika investasi memberikan imbal hasil sekitar 10% per tahun, maka keuntungan tersebut dapat dialokasikan untuk membayar premi asuransi atau ditambahkan sebagai dana pensiun tanpa harus mengganggu modal pokok.

"Misalnya, punya tabungan Rp100 juta. Kalau dibagi untuk investasi dan hasilnya sekitar 10% setahun, keuntungannya bisa dipakai untuk bayar asuransi atau ditabung lagi untuk dana pensiun," jelasnya.

Menurut Aliyah, konsep tersebut merupakan bagian dari modern money, yakni memanfaatkan aset agar mampu menghasilkan arus kas untuk membiayai berbagai kebutuhan hidup.

Dengan cara ini, lanjut dia, seseorang tidak harus terobsesi mengumpulkan dana pensiun hingga miliaran rupiah sebelum merasa aman secara finansial.

"Modern money yang ingin aku jelaskan adalah kamu enggak harus mengumpulkan dana pensiun miliaran dulu. Yang paling penting kumpulkan modalnya terlebih dahulu," papar Aliyah.

Namun, memiliki modal investasi saja belum cukup. Aliyah menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan agar mampu memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan, baik yang berorientasi pada keamanan maupun pertumbuhan aset.

Menurutnya, pemahaman mengenai karakter setiap produk investasi akan membantu seseorang memanfaatkan hasil investasinya untuk membiayai berbagai target keuangan, mulai dari perlindungan diri hingga tujuan hidup jangka panjang.

"Yang kedua, tambah knowledge tentang safety dan growth. Produk seperti apa yang tetap bisa menghasilkan untuk membiayai life goals kamu," tutup Aliyah.

Baca Juga: Freelancer Sulit Menabung Dana Pensiun? Ini Tips dari Financial Trainer