Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bakal menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat Kamis (27/7/2026). Kelompok ini bahkan telah menginap beberapa hari di sekitar gedung DPR, mereka datang dari Jawa Tengah, unjuk rasa AMPB dkk bahkan sempat dikait-kaitkan dengan agenda pelengseran Presiden Prabowo Subianto.
Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok menegaskan, pihaknya sama sekali tak membawa agenda tersebut. Ia juga menjamin aksi itu berlangsung aman dan damai, tak ada yang berniat membuat rusuh.
Baca Juga: Video Unjuk Rasa Berseliweran, Benarkah Demonstrasi Besar Sudah Terjadi di Mana-mana?
"Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik," ujarnya dilansir Kamis (27/8/2028).
“Kami ke Jakarta ini tidak ada niatan untuk membuat rusuh. Kami mendukung gerakan kawan-kawan di Jabodetabek yang akan menggelar aksi 27 Agustus,” tambahnya.
Salah satu tuntutan yang dibawa AMPB kata Botok adalah masalah penanganan dan pemberantasan korupsi. Selebihnya kedatangan mereka ke Jakarta hanya sebagai bentuk dukungan kepada kelompok masyarakat dan mahasiswa di Jabodetabek yang menggelar aksi unjuk rasa pada hari ini.
Botok mengatakan AMPB sebelumnya telah menyampaikan aspirasi serupa di Kabupaten Pati pada 13 Agustus lalu. Dalam aksi itu, mereka meminta DPRD Kabupaten Pati mengusulkan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan DPR dan Pemerintah.
Setelah mengetahui adanya rencana aksi dengan tuntutan serupa di Jakarta, AMPB memutuskan untuk turut hadir dan menyampaikan aspirasi tersebut di depan DPR RI.
Ia menyebut kedatangan masyarakat Pati ke Jakarta juga dimaksudkan untuk memberikan masukan kepada DPR RI terkait pembahasan RUU Perampasan Aset.
"Kita datang ke DPR RI untuk memberi masukan agar segera disahkan RUU tersebut," katanya.
Botok memastikan aksi AMPB akan dipusatkan di depan Gedung DPR RI dan tidak meluas ke lokasi lain.
Ia juga menegaskan AMPB tidak mengajak kelompok atau masyarakat untuk melakukan tindakan anarkis selama penyampaian aspirasi.
"Kita aksi fokus di depan DPR RI dan kita fokus kepada dua tuntutan itu," ujarnya.