Managing Director Ambarrukmo Group, Haris Susanto, mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak fenomena fear of missing out alias FOMO ketika memulai maupun mengembangkan sebuah bisnis.

Menurut Haris, keputusan membangun usaha seharusnya tidak didasarkan pada tren yang sedang populer, melainkan melalui perencanaan yang matang dan strategi yang jelas.

Haris menilai, banyak anak muda saat ini yang terdorong membuka usaha hanya karena melihat bisnis tertentu sedang diminati pasar.

Salah satu contoh yang paling sering ditemui, terutama di Yogyakarta, adalah menjamurnya bisnis kedai kopi.

"Karena itu sering terjadi, apalagi di Jogjakarta. Dulu-dulu sebelumnya, walaupun sampai saat ini, banyak yang mau bikin coffee shop. Seru ya punya coffee shop sendiri, jadi barista sendiri seru ya," terang Haris kepada Olenka, belum lama ini.

Namun, menurut Haris, antusiasme mengikuti tren tidak cukup untuk membuat sebuah bisnis mampu bertahan dalam jangka panjang.

Haris melanjutkan, pelaku usaha harus memiliki pemahaman yang jelas mengenai posisi bisnisnya di pasar, termasuk nilai pembeda yang ditawarkan kepada konsumen.

Baca Juga: Haris Susanto Ungkap Kunci Sukses Regenerasi Ambarrukmo Group, Libatkan Generasi Penerus Sejak Dini

"Tapi sebenarnya harus tahu sendiri yang mau memposisikan bisnis atau produk itu gimana. Apa sih yang berbeda?" kata Haris.

Ia menambahkan, membangun bisnis seharusnya juga mempertimbangkan kebutuhan pasar dan ekosistem yang ingin dibangun, bukan sekadar mengikuti usaha yang sedang viral.

Dalam pandangannya, generasi saat ini memiliki peluang untuk melengkapi ekosistem bisnis yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.

"Kalau saya ngomong sama beberapa orang, memang generasi kita 10 tahun atau 15 tahun ini sebenarnya perlu bisnis untuk melengkapi ekosistem. Orang tua generasi sebelumnya sudah berjalan, nah akhirnya kita melengkapi ekosistemnya," ungkapnya.

Karena itu, Haris menekankan pentingnya memiliki arah yang tepat sejak awal dalam membangun usaha.

Menurutnya, mengikuti tren bukanlah hal yang sepenuhnya salah, tetapi harus dibarengi dengan strategi yang matang agar bisnis memiliki daya saing dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Memang nggak boleh FOMO, tapi ya harus right the way juga," tandas Haris.

Baca Juga: Cara Ambarrukmo Rawat Standar Pelayanan Jaringan Bisnis Perhotelan