L’Oréal Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan talenta muda melalui ajang inovasi L’Oréal Brandstorm 2026. Memasuki tahun ke-18 penyelenggaraan di Indonesia, kompetisi ini mengangkat tema “Craft the Future of Luxury Fragrance”, yang mendorong generasi muda menciptakan terobosan di industri wewangian berbasis kreativitas dan teknologi.
Tema tersebut dipilih seiring pesatnya pertumbuhan industri wewangian di Tanah Air. Pasar parfum Indonesia diproyeksikan mencapai Rp4 triliun pada 2025. General Manager L’Oréal Luxe Division Indonesia, Maria Adina, menyebut wewangian kini tak lagi sekadar produk fungsional, melainkan menjadi bagian dari ekspresi diri yang semakin personal dan emosional.
Baca Juga: L’Oreal Hairducation Gandeng Kemendikbud Cetak Generasi Muda di Industri Tata Rambut, Intip Yuk!
“Wewangian saat ini menuntut pengalaman yang lebih terpersonalisasi, canggih, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Presiden Direktur L’Oréal Indonesia, Benjamin Rachow, menambahkan bahwa inovasi menjadi kunci untuk menjaga relevansi perusahaan di tengah perubahan industri yang cepat, termasuk dalam menarik talenta muda yang adaptif.
Baca Juga: Sabet Juara L’Oréal Brandstorm 2025, Tim Ganara dari ITB Siap Wakili Indonesia di Paris
“Program ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga platform untuk membangun pola pikir inovatif dan kesiapan karier generasi muda,” kata Benjamin.
Antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan dengan total 11.489 pendaftar, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah melalui proses seleksi dan mentoring intensif, tim Moneyfesteam dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil keluar sebagai pemenang nasional.
Tim tersebut mengusung inovasi bertajuk “Azzaro Quintessence” yang menawarkan konsep ekosistem wewangian cerdas, praktis, dan personal. Inovasi ini dinilai mampu mendefinisikan ulang signature scent dengan pendekatan berbasis teknologi.
Sebagai juara nasional, tim ITB akan mewakili Indonesia di ajang global yang digelar di Paris pada Juni 2026, bersaing dengan peserta dari 63 negara.
Dalam pengembangan produk, L’Oréal juga terus mengintegrasikan teknologi mutakhir. Beberapa inovasi yang telah diterapkan antara lain Osmobloom™, teknologi air-capture untuk menangkap aroma bunga yang sulit diekstraksi secara konvensional, serta YSL Beauty Scent-Sation yang memanfaatkan teknologi EEG untuk merekomendasikan aroma berdasarkan respons emosi konsumen.
Selain itu, perusahaan juga menekankan aspek keberlanjutan melalui penggunaan kemasan isi ulang (refillable) dan praktik pengadaan bahan baku yang bertanggung jawab, termasuk pemanfaatan sumber daya alam Indonesia.
Chief Human Resource Officer L’Oréal Indonesia, Victoria Aswien, menyebut Brandstorm tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga pintu masuk karier bagi talenta muda.
“Dalam lima tahun terakhir, sekitar 25% karyawan muda kami berasal dari Brandstorm. Peserta terbaik juga berkesempatan masuk ke talent pool untuk program magang hingga Management Trainee,” tutupnya.