Berkat bekal kemampuan bahasa Inggris yang ia peroleh sejak remaja, Abong mulai menuai hasil positif. Ia kerap dipercaya mendampingi technical advisor asal Inggris saat mengunjungi pabrik permen dan makanan ringan di Indonesia.
Di samping itu, Abong juga menjadi penghubung antara pebisnis lokal dan mitra asing. Dalam beberapa bulan, ia mendapat kesempatan baru di anak usaha Grup Berca yang menjual peralatan laboratorium.
Sementara perkenalannya dengan Astra berawal dari lingkungan keluarga calon istrinya. Saat berkunjung ke rumah sang pacar, Abong bertemu sejumlah orang yang bekerja di Astra, termasuk salah satu petingginya, Budi Setiadharma.
Ia lalu melamar ke Berca dan Astra. Karena proses di Astra lebih lama, Abong lebih dulu bergabung dengan Berca. Namun tiga hingga empat bulan kemudian, Astra mengabarkan ia diterima. Setelah mempertimbangkan, Abong memutuskan pindah dan masuk sebagai Management Trainee angkatan pertama.
Meski gaji trainee hanya 40 persen dari penawaran dan berisiko tidak lolos, Abong tetap yakin. Setelah lulus, ia sempat ditempatkan di divisi HR Astra, yang awalnya tak pernah ia bayangkan bisa bekerja di perusahaan besar tersebut.
Karier Suparno Djasmin di ASTRA
Suparno Djasmin mengawali perjalanan kariernya di Grup ASTRA pada 1987. Ia sempat menjabat sebagai Chief Executive Officer PT Astra International Tbk - Isuzu Sales Operation (2001-2007).
Tak hanya itu, ia juga dipercaya menjadi Chief Executive Officer PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (2007-2013), Chief Executive Officer PT Astra International Tbk - Toyota Sales Operation (2013-2015), Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (2014-2015) dan Wakil Komisaris Utama PT Bank Permata Tbk (2017-2020).
Suparno Djasmin untuk pertama kalinya diangkat menjadi Direktur Perseroan berdasarkan keputusan RUPS Tahunan pada tanggal 29 April 2014. Kemudian, kembali menjabat berdasarkan keputusan RUPS Tahunan tanggal 19 April 2023.
Suparno merintis karier dari bawah dan tumbuh bersama Astra hingga dipercaya menjadi salah satu Direktur Astra sekaligus Director-in-Charge Astra Financial, yang membawahi 14 lembaga jasa keuangan di sembilan lini industri keuangan.