Kabar Suparno Djasmin mengundurkan diri dari dari jabatannya sebagai Direktur PT Astra International Tbk (ASII) dan Presiden Komisaris pada Maret 2025 sempat menjadi sorotan. Setelah lebih dari 36 tahun berkarier, ia mengakhiri masa kerjanya lantaran telah memasuki masa pensiun.

Tak sendiri, Bambang Brodjonegoro juga mundur dari jabatannya selaku komisaris independen Astra dalam waktu bersamaan. Namun, alasan mengakhiri jabatannya itu sehubungan dengan penunjukan dirinya sebagai Dean of The Asian Development Bank Institute. 

Kembali membahas sosok Suparno Djasmin, ia lebih akrab dikenal dengan nama Abong. Lahir di Singkawang, Kalimantan Barat pada 7 Juli 1961, Abong memiliki jejak perjalanan karier yang panjang hingga berhasil mencapai puncaknya sebelum pensiun.

Mengutip dari laman Alumni IPB, Sabtu (31/1/2026), Suparno Djasmin ternyata berasal dari keluarga dengan kemampuan yang terbatas. Namun, hal tersebut tak membuatnya patah arang untung meraih taraf kehidupan yang lebih baik.

Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas, Abong dengan kesungguhannya melanjutkan pendidikan tingginya di Institute Pertanian Bogor (IPB) dan mengambil jurusan Teknologi Pangan. 

Baca Juga: Lewat ACC Danaku, Astra Credit Companies Bantu Kembangkan Bisnis Ayam Petelur di Sulawesi Selatan

Saat itu, ia juga sudah mulai bekerja menjadi guru les untuk mendapatkan uang tambahan. Tak hanya itu, Abong juga turut mengikuti program ekstensi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Abong mengawali karier sebagai pramuniaga di perusahaan bahan kimia Bush Box Ellen, produsen perisa makanan asal Inggris yang sejenis dengan International Flavors & Fragrances (IFF). 

Perusahaan tersebut memproduksi cita rasa untuk berbagai produk makanan ringan, termasuk segmen anak-anak. Pada masa awal bekerja, Abong pun kerap berkeliling Cibinong, Jawa Barat, untuk mengunjungi pabrik-pabrik makanan ringan guna menawarkan produk perisa.