Ketika pemimpin terbiasa memperlakukan orang lain dengan baik, anggota tim pun memiliki contoh nyata untuk diterapkan dalam hubungan sehari-hari.

Jahja menekankan bahwa nilai-nilai positif dalam organisasi perlu dimulai dari perilaku pemimpinnya sendiri. Seorang leader tidak cukup hanya menyampaikan arahan atau menetapkan aturan, tetapi juga harus menunjukkan tindakan yang mencerminkan nilai-nilai yang ingin dibangun bersama.

“Hal-hal seperti itu patut kita kerjakan sendiri. Harus beri contoh. Jadi, kalau itu dicontoh, semua orang akan copy-paste apa yang kita lakukan,” katanya.

Ia juga mencontohkan sikap terbuka ketika berinteraksi dengan orang lain, termasuk saat diajak berfoto bersama.

Bagi Jahja, respons yang ramah mencerminkan kesediaan untuk membangun hubungan tanpa dibatasi oleh perbedaan jabatan atau status sosial.

“Kalau enggak, kan, ‘Oh, lu siapa?’ Tapi enggak, kita sesama ini manusia, ya setara lah kehidupan kita,” tutupnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Target, Ini Alasan Jahja Setiaatmadja Rajin Ngobrol Personal dengan Tim