Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja, mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dan humanis dalam kepemimpinan.
Ditegaskan Jahja, seorang pemimpin tidak seharusnya bersikap arogan atau merasa memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan anggota tim maupun orang lain di lingkungan kerja.
Bagi Jahja, kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan dan kewenangan, melainkan juga tentang bagaimana seseorang memperlakukan orang lain. Sikap pemimpin yang menghargai setiap individu dapat menjadi teladan sekaligus membentuk budaya organisasi yang lebih positif.
Ia pun menilai, pemimpin perlu menunjukkan sikap rendah hati (humble) dan memperlakukan orang lain secara manusiawi dalam interaksi sehari-hari.
Hal sederhana, seperti menyapa petugas kebersihan atau office boy (OB) dengan ramah, dapat memberikan dampak terhadap suasana kerja dan hubungan antarkaryawan.
“Banyak orang bos yang merasa bos, kalau ada OB bilang, ‘Selamat pagi, Pak,’ aduh, itu rasanya kayak apa. Tapi kalau kita juga senyum, ‘Selamat pagi atau selamat siang, apa kabar?’ Itu senangnya setengah mati,” tegas Jahja, sebagaimana Olenka kutip dari akun OJK, Senin(12/10/2026).
Jahja melanjutkan, kebiasaan sederhana tersebut bukan hanya menunjukkan kesopanan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun budaya organisasi yang mengedepankan kepedulian dan rasa saling menghargai.
Baca Juga: Jahja Setiaatmadja Ungkap Tantangan Mendelegasikan Tugas kepada Tim