Growthmates, tahukah kamu bahwa menyusui dapat menurunkan risiko kanker payudara pada perempuan? Namun, hal tersebut bukan berarti ibu yang sedang atau pernah menyusui terbebas sepenuhnya dari risiko penyakit tersebut lho.

Pesan ini menjadi salah satu hal yang disampaikan dalam kegiatan Comfort in Every Journey, kolaborasi Sorella Indonesia dan Lovepink pada 9 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, keduanya mengajak perempuan, khususnya ibu hamil dan menyusui, untuk lebih memahami kesehatan payudara serta pentingnya deteksi dini kanker payudara.

Ahli Gizi Lovepink, dr. Patsy S. Djatikusumo, Sp.GK, menjelaskan bahwa menyusui memang berkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara. Meski demikian, terdapat berbagai faktor lain yang juga memengaruhi risiko seseorang mengalami penyakit tersebut.

“Jadi, benar bahwa menyusui dapat menurunkan risiko. Namun, perlu diingat bahwa menyusui dapat menurunkan risiko, bukan menghilangkannya hingga 100 persen,” terang dr. Patsy.

Baca Juga: Risiko Kanker Payudara Naik 60 Persen karena Cat Rambut? Ini Penjelasan Pakar IPB

Risiko kanker payudara sendiri bersifat multifaktor. Selain berkaitan dengan paparan hormon, risiko juga dapat dipengaruhi usia, riwayat keluarga, faktor genetik, serta sejumlah aspek gaya hidup. Perempuan yang tidak memiliki riwayat kanker dalam keluarga pun tetap berpeluang mengalami penyakit ini.

Pengalaman Roza Marthalisa, salah satu penyintas kanker payudara dan Lovepink survivor, turut menunjukkan bahwa penyakit tersebut dapat terjadi saat perempuan sedang menyusui. Ia mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis kanker payudara ketika berusia 37 tahun.

“Saya terdiagnosis kanker payudara pada usia 37 tahun, teman-teman. Saat itu saya sedang menyusui anak kedua yang usianya sekitar satu setengah tahun,” ujar Roza dalam sesi berbagi pengalaman.

Baca Juga: Daftar Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Kanker Payudara

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa status menyusui tidak dapat dijadikan patokan bahwa seorang perempuan terbebas dari kanker payudara. Perempuan tetap perlu mengenali kondisi payudaranya dan memperhatikan perubahan yang terjadi.

Dalam kondisi menyusui, perubahan pada payudara terkadang dianggap sebagai bagian dari proses produksi ASI. Akibatnya, sebagian perempuan berpotensi mengabaikan perubahan yang tidak biasa atau menunda pemeriksaan.

Oleh sebab itu, perempuan perlu membiasakan diri mengenali kondisi normal payudaranya melalui pemeriksaan secara rutin.

Salah satunya melalui SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri, yang membantu mengenali perubahan baru pada payudara. Apabila menemukan benjolan atau perubahan yang tidak biasa, perempuan sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Baca Juga: Sorella dan Lovepink Ajak Mahasiswi Atma Jaya Lawan Kanker Payudara: Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

Marketing Communication PT Megariamas Sentosa, Agnes Dewi, mengatakan bahwa kepedulian terhadap perempuan tidak hanya diwujudkan melalui produk yang nyaman digunakan, tetapi juga melalui kegiatan edukasi dan dukungan terhadap kesehatan perempuan.

“Bagi Sorella, memberikan comfort kepada perempuan bukan hanya tentang produk yang nyaman digunakan, tetapi juga tentang bagaimana kami bisa hadir dan memberikan manfaat yang lebih besar. Melalui Maternity Collection, kami ingin mengajak perempuan untuk tetap peduli terhadap kesehatan payudaranya sekaligus turut menjadi bagian dari gerakan ini,” ujar Agnes.

Melalui Comfort in Every Journey, Sorella dan Lovepink turut mendukung gerakan 10.000 pemeriksaan USG payudara gratis. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembelian Sorella Maternity Collection, yang dirancang untuk menemani perempuan selama masa kehamilan hingga menyusui.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari 11 tahun perjalanan Sorella bersama Lovepink dalam meningkatkan kesadaran mengenai kanker payudara. Melalui edukasi dan dukungan terhadap akses pemeriksaan, keduanya berharap semakin banyak perempuan memahami bahwa menjaga kesehatan payudara tetap penting dalam setiap fase kehidupan.