Kanker payudara merupakan penyakit yang terjadi ketika sel-sel di jaringan payudara tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali, yang dalam beberapa kasus dapat berkembang menjadi tumor. Penyakit ini dapat menyerang perempuan dari berbagai kelompok usia, dengan risiko yang cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.
Kesadaran mengenai kanker payudara sangat penting karena deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Namun, berbagai mitos yang beredar di masyarakat masih berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, mulai dari faktor risiko, gejala, hingga pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit tersebut.
Konsultan Onkologi Bedah di Rumah Sakit Kailash, Noida, India, Dr. Manish Sahni, menyoroti sejumlah mitos kanker payudara yang perlu diluruskan agar perempuan dapat memahami risiko penyakit ini dan mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatannya.
Dikutip dari Times of India, Jumat (23/10/2026), berikut 5 mitos kanker payudara beserta fakta yang perlu diketahui.
1. Kanker Payudara Hanya Menyerang Perempuan dengan Riwayat Keluarga
Perempuan tanpa riwayat kanker payudara dalam keluarga tetap berisiko terkena penyakit ini. Mutasi genetik memang dapat meningkatkan risiko, tetapi banyak kasus terjadi pada perempuan yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara.
Faktor lain, seperti usia, riwayat kesehatan, hormon, dan gaya hidup, juga dapat memengaruhi risiko. Karena itu, perempuan perlu mengenali perubahan pada payudara dan berkonsultasi dengan dokter mengenai pemeriksaan yang sesuai.
2. Deodoran dan Antiperspiran Menyebabkan Kanker Payudara
Kekhawatiran mengenai kandungan bahan kimia dalam deodoran dan antiperspiran kerap memunculkan anggapan bahwa produk tersebut dapat memicu kanker payudara.
Namun, hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa penggunaan deodoran atau antiperspiran menyebabkan kanker payudara. Perempuan tidak perlu menghindari produk tersebut hanya karena mitos ini.