Alih-alih hanya menjadi pengikut tren, Matthew justru melihat peluang untuk menciptakan tren sendiri. Dengan begitu, brand dapat menyisipkan edukasi sekaligus memberikan nilai kepada masyarakat melalui aktivitas pemasaran yang dilakukan.

“Bikin trend itu lebih enak, kenapa? Karena kita bisa nyebarin edukasi. Kita bisa kasih value ke manapun, siapapun, tanpa harus jadi arogan,” katanya.

Bagi Matthew, marketing juga harus memiliki tujuan yang jelas. Aktivitas pemasaran bukan sekadar mengejar angka atau menciptakan percakapan sesaat, tetapi harus menjadi bagian dari strategi untuk membangun hubungan jangka panjang antara brand dan konsumen.

“So, it's a goal when you do the marketing,” ucapnya.

Selain strategi bisnis dan pemasaran, Matthew menilai kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun perusahaan. Ia mengatakan, ketika mencari kandidat untuk bergabung dengan FORE Coffee, salah satu nilai utama yang diperhatikan adalah value, terutama integritas.

“For me, I need to hire people with a strong integrity aspect,” tegas Matthew.

Menurutnya, integritas bukan hanya tentang melakukan sesuatu yang benar ketika ada orang lain yang melihat. Justru, integritas terlihat ketika seseorang tetap memilih melakukan hal yang benar meski tidak ada seorang pun yang mengawasi.

“Integrity itu ya, contohnya, doing the right thing, even nobody see,” jelasnya.

Di sisi lain, perjalanan membangun bisnis juga membutuhkan daya tahan yang kuat. Matthew menyebut endurance sebagai salah satu kualitas yang sangat penting bagi seseorang yang ingin bertahan dan berkembang di tengah persaingan.

Ia mengungkapkan bahwa ketika membangun karier dan bisnis, seseorang mungkin akan berhadapan dengan orang lain yang memiliki kemampuan lebih tinggi. Karena itu, kecerdasan saja tidak selalu menjadi faktor penentu keberhasilan.

“Ada satu spirit yang I have so many friends at that time, itu nggak punya spirit yang kayak aku punya. Apa itu? Endurance,” ujar Matthew.

Matthew pun mengatakan endurance atau daya tahan membuat seseorang mampu terus bergerak ketika menghadapi tantangan, persaingan, maupun kegagalan.

“Endurance itu penting sekali. Dan kadang-kadang kalau kita nggak punya endurance itu kali lagi yang kita andalkan. Karena kalau misalnya kita bilang kita punya brain, banyak orang lebih pinter,” pungkasnya.

Baca Juga: Fore Coffee Perkenalkan Empat Brand Ambassador Baru, Wakili Cerita Jutaan Pelanggan