Growthmates, kopi dan matcha sama-sama dikenal sebagai minuman yang dapat membantu tubuh tetap terjaga.
Keduanya mengandung kafein sehingga sering menjadi pilihan ketika seseorang membutuhkan tambahan energi untuk beraktivitas.
Namun, menurut Science Communicator sekaligus Founder @meristem_id, Ifatul Khasanah, terdapat perbedaan kandungan lain yang membuat efek matcha terhadap tubuh tidak sepenuhnya sama dengan kopi.
Ifatul memaparkan, baik kopi maupun matcha sama-sama mengandung kafein yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan.
Namun, matcha juga mengandung L-theanine, yaitu senyawa yang dikaitkan dengan rasa lebih rileks dan dapat memengaruhi bagaimana kafein dirasakan tubuh.
“Kita nggak ngomongin grade-grade matcha ya, cuma secara scientifically si kopi sama matcha itu sama-sama mengandung kafein. Jadi kalau kita mau melek tuh boleh,” tutur Ifatul, dalam sebuah video sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram @senalar.id, Selasa (18/8/2026).
Menurut Ifatul, keberadaan L-theanine membuat matcha memiliki karakter yang berbeda. Seseorang tetap mendapatkan efek dari kafein untuk membantu tetap terjaga, tetapi pada saat yang sama terdapat L-theanine yang memberikan efek lebih rileks.
“Si matcha lebih bagus karena dia mengandung zat yang bisa bikin relax namanya tianin. Jadi kalau minum kopi, melek. Kalau minum matcha, ada melek sama ada tianinnya, bisa lebih relax,” jelasnya.
Baca Juga: 8 Manfaat Minum Teh Hijau Matcha Setiap Hari
Meski demikian, Ifatul mengingatkan agar seseorang tidak berlebihan mengonsumsi keduanya hanya karena ingin mendapatkan efek lebih kuat.
"Meminum kopi atau matcha secara berlebihan bukan berarti membuat tubuh menjadi semakin sehat atau semakin produktif," ujarnya.
Selain memilih jenis minuman, waktu mengonsumsi kopi juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Ifatul pun menyarankan agar kopi tidak langsung diminum sesaat setelah bangun tidur.
Ifatul mengungkapkan, tubuh secara alami mengalami peningkatan hormon kortisol pada pagi hari.
Kortisol merupakan hormon yang berperan dalam membantu tubuh menghadapi aktivitas dan meningkatkan kewaspadaan. Karena itu, ketika kadar kortisol masih tinggi setelah bangun tidur, konsumsi kafein secara langsung dinilai tidak selalu diperlukan.
“Kalau minum kopi minimal paling nggak dua jam setelah bangun tidur, karena kalau bangun tidur itu cortisol kita masih tinggi,” tutur Ifatul.
Ifatul pun menjelaskan bahwa kafein sendiri dapat memberikan stimulasi pada tubuh.
Ketika tubuh baru saja bangun dan kadar kortisol masih tinggi, tambahan stimulasi dari kafein berpotensi membuat tubuh terasa semakin terstimulasi.
“Nah, sedangkan si kafein itu dia kan memicu stres juga sebenarnya. Nah kalau misalnya kita bangun tidur, cortisol-nya masih tinggi, terus kita minum kopi, itu kita tambah stres,” tandasnya.
Baca Juga: Benarkah Rutin Konsumsi Matcha Bikin Kulit Makin Glowing?