Perdebatan mengenai batas komunikasi antara atasan dan karyawan di luar jam kerja kembali mencuat seiring berkembangnya budaya kerja digital.
Namun, Direktur PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk, Sony Sutanto, menilai bahwa komunikasi di luar jam kantor merupakan hal yang wajar, terutama bagi karyawan yang memegang peran penting dan strategis di perusahaan.
Menurut Sony, dalam dunia kerja modern terdapat situasi tertentu yang mengharuskan perusahaan bergerak cepat, termasuk ketika menghadapi keluhan pelanggan atau kondisi darurat yang membutuhkan respons segera.
Dalam kondisi seperti itu, atasan terkadang perlu menghubungi anggota tim meskipun berada di luar jam kerja resmi.
"Tentu kalau kita ngomong kerja, harus ada jam kerja. Tapi bukan berarti jam kerja itu kaku. Ada orang yang merasa keberatan kalau dihubungi oleh atasannya, di WhatsApp misalnya, atau di Telegram, di luar jam kantor," beber Sony, saat berbincang dengan Olenka, di DAvenue Office Space, Jakarta, belum lama ini.
Penulis buku dan juga Cofounder Kafe KOMUKA ini menekankan bahwa konteks dan posisi seseorang dalam organisasi menjadi faktor penting dalam melihat persoalan tersebut.
Menurutnya, semakin besar tanggung jawab yang diemban seorang karyawan, semakin besar pula tuntutan untuk dapat merespons kebutuhan perusahaan kapan pun diperlukan.
"Sebenarnya itu bergantung. Anda termasuk orang penting atau tidak di perusahaan? Kalau Anda orang penting, maka jam kerjanya hampir tidak ada batasan," katanya.
Baca Juga: Bolehkah Menolak Tugas Tambahan dari Atasan? Begini Pandangan Sony Sutanto
Sony mencontohkan situasi ketika pelanggan menghubungi perusahaan pada malam hari untuk menyampaikan komplain.
Dalam kondisi demikian, kata dia, pimpinan perusahaan harus segera mencari solusi dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan.
Menurutnya, proses tersebut sering kali memerlukan bantuan dari anggota tim terkait, meskipun berada di luar jam kerja.
"Contoh, kalau ada customer tiba-tiba malam telepon komplain. Terus atasannya harus segera memberikan jawaban, atasan perlu ngumpul data, atasan kontak kita. Apakah kita bilang, maaf ini di luar jam kantor? Kalau itu yang terjadi, maka hampir pasti perusahaannya akan bangkrut. Customer akan kabur semua kalau modelnya begini," jelasnya.
Menurut Sony, keberlangsungan bisnis harus menjadi pertimbangan utama. Ia bahkan mengingatkan bahwa kegagalan perusahaan dalam merespons kebutuhan pelanggan dapat berdampak pada seluruh karyawan.
"Anda juga akan di-PHK kalau perusahaannya bangkrut. Tapi kalau Anda bukan orang yang penting, siapa juga yang mau hubungin Anda di luar jam kantor?" ujarnya.
Meski demikian, Sony tidak menampik pentingnya pengaturan komunikasi dalam organisasi.
Ia menegaskan bahwa komunikasi di luar jam kerja seharusnya bersifat insidental dan dilakukan hanya ketika memang diperlukan, bukan menjadi kebiasaan yang terjadi setiap hari.
"Tapi kalau Anda penting, jangan marah kalau dihubungin di luar jam kantor. Nah, tapi betul komunikasi organisasi perusahaan harus diatur. Jangan juga tiap hari terjadi seperti itu. Ada yang nggak beres," katanya.
Ia menambahkan bahwa selama komunikasi tersebut dilakukan sesekali untuk kepentingan yang mendesak, hal itu masih merupakan sesuatu yang wajar dalam dunia profesional.
"Tapi kalau sesekali, insidental, Anda dihubungin di luar jam kantor, itu sangat wajar," tutup Sony.