IKYK, RiaMiranda Signature, Kami., dan Artkea Stripes, membawa interpretasi unik mereka terhadap kain tenun dalam modestwear, menghadirkan sub-tema yang juga mencerminkan filosofi dan estetika desain masing-masing.
“Interpretasi unik para label mode menunjukan fleksibilitas kain tenun dalam medium desain yang kekinian. Cita Tenun Indonesia sangat mengapresiasi partisipasi para desainer modestwear dalam mengeksplorasi estetika tenun. Kami percaya kolaborasi seperti ini perlu lebih banyak diselenggarakan demi melestarikan tenun sebagai identitas bangsa, dan merawat relevansi tenun dengan perkembangan tren mode.” ujar Sjamsidar Isa, Pengurus Cita Tenun Indonesia Bidang Pengendali Mutu.
Dengan kolaborasi ini, Lomma dan Cita Tenun Indonesia berharap semakin banyak masyarakat yang tidak hanya mengapresiasi keindahan kain tenun, tetapi juga menjadikannya bagian dari gaya hidup sehari-hari, menenun kembali warisan budaya dalam keseharian yang lebih modern dan dinamis.
Sebagai bagian dari program lestari dan praktek slow fashion, Koleksi spesial Cita Raya: HIKAYAT ini tersedia secara terbatas. Tidak menutup kemungkinan, ke depannya para brand akan memproduksi lebih banyak seiring meningkatnya permintaan konsumen.
Baca Juga: Strategi Bank Indonesia Dalam Mengembangkan Modest Fashion Nasional, Apa Saja?
IKYK mempersembahkan “TANA”, sebuah karya spesial yang terinspirasi dari tanah warisan budaya heritage asli Indonesia, yaitu kain tenun yang kaya akan variasi dan jenisnya. Koleksi terbatas ini menyajikan siluet khas modest IKYK yang dipadupadankan dengan 8 ragam jenis tenun. Koleksi ini akan menampilkan 13 looks dengan ciri khas otentik desain IKYK dari pleats treatment, oversize, slit treatment dan bordir, yang dibalut dengan bahan-bahan tenun secara detail dan presisi, sehingga tetap memberi sentuhan modern, muda, trendi dan timeless.
Sementara RiaMiranda Signature menampilkan RONA, sebuah cerita tentang guratan keindahan warna-warni dari kain tenun ikat Garut.
“Kami terinspirasi oleh motif Kembang Cikuray dalam tenun ikat Garut, yang mencerminkan keindahan dan semangat masyarakat Garut. Kami menerjemahkannya dalam desain yang feminin, lembut, dan sentimental, cocok untuk perayaan Ramadan dan Idul Fitri,” kata Ria Miranda, Founder RiaMiranda Signature.
Kemudian, Kami. menampilkan MEGARA, menghadirkan motif-motif tradisional dalam potongan modern dan urban. Dengan siluet yang khas dan perkawinan berbagai jenis kain, kami ingin memberikan sentuhan turun temurun dalam gaya urban. Kami mengkreasikan tenun dalam detail-detail kecil, seperti bordir bunga, teknik cut-sew, dan aksesoris yang memperkaya setiap busana dalam koleksi ini.
Lalu, Artkea Stripes akan menampilkan “HAYA”, yang mengkreasikan kain tenun Lurik dalam estetika modern dan berkelas.
“Melalui kolaborasi kami dengan Lomma dan Cita Tenun Indonesia, kami ingin mengangkat lurik agar mencerminkan keanggunan dan elegansi kontemporer. Dengan memadukan warisan yang kaya dengan estetika modern, kami menunjukkan bagaimana tekstil tradisional dapat diinterpretasikan ulang menjadi sesuatu yang lebih fleksibel dan bergaya,” ujar Arvi Sardadi - CEO Artkea.
Koleksi HAYA terdiri dari 13 tampilan yang dikerjakan dengan teliti, termasuk jaket, rompi, blazer, dan kemeja klasik. Menggabungkan berbagai pola garis dan Lurik, seperti pola labirin khas ARTKEA STRIPES, setiap potongannya dirancang sebagai ‘statement’ atau pernyataan—pengambilan yang unik dan mencolok dari tekstil warisan Indonesia. Dan, seperti yang diungkapkan oleh nama HAYA, koleksi ini juga menyentuh nilai kesederhanaan yang mewakili DNA dan nilai-nilai inti dari ARTKEA.