Di tahun 1989, saat kawasan industri modern belum banyak dikenal di Indonesia, pelopor Jababeka justru memiliki mimpi yang sangat besar.
Ia ingin membangun kawasan industri terpadu dengan standar kelas dunia, seperti yang dilihatnya di Singapura. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Founder dan CEO Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono.
Baca Juga: Jahja Setiaatmadja BCA: Kalau Leader Gagal, Jangan Salahkan Anak Buah!
Dalam suatu kesempatan, Setyono mengatakan bahwa pada awalnya banyak orang menganggap mimpi itu terlalu tinggi. Namun menurutnya, justru mimpi yang besar mampu menggerakkan banyak orang untuk ikut berjuang.
"Waktu saya ajak teman-teman dan bilang 'ayo kita bangun kawasan industri dengan infrastruktur kelas dunia, fully integrated seperti Singapura' respons mereka bilang ini mimpi besar," ungkapnya dikutip pada Selasa (21/7/2026).
Hal itu tak lepas dari keyakinan bahwa sesuatu yang ia dibangun bukan hanya sebuah kawasan, tetapi juga harapan untuk menciptakan lapangan kerja dan masa depan yang lebih baik. Ditambah lagi, ia merasa kala itu segala sesuatu tampak mendukung mimpi besarnya.
"Kala itu, bumi sudah menyambut, manusianya sudah harmonis. Dan ini mendapat dukungan dari banyak orang dengan tujuan yang mulia," tambahnya.