Indika Group merupakan konglomerasi bisnis yang fokus utamanya bergerak di sektor energi. Grup bisnis ini mengendalikan sejumlah perusahaan besar, seperti Kideco (perusahaan tambang batu bara), Petrosea (pertambangan, rekayasa, pengadaan & konstruksi atau EPC), serta Tripatra (energi). Sosok penting di balik pendirian Indika Group adalah Agus Lasmono Sudwikatmono yang merupakan keponakan Presiden Indonesia ke-2, Soeharto.

Sekilas Sosok Pemilik

Induk perusahaan dari Indika Group adalah PT Indika Energy Tbk (INDY). Perusahaan yang berdiri pada tahun 2000 ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2008. Pemegang saham mayoritas INDY adalah PT Indika Inti Investindo yang mengantongi 37.8% saham dengan Agus Lasmono Sudwikatmono sebagai pemiliknya.

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Rodamas Group, Dari Produsen Sasa hingga Jendela dan Kaca

Agus saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Indika Energy Tbk. Ayahnya merupakan konglomerat bernama Sudwikatmono. Sudwikatmono atau Pak Dwi ini merupakan sepupu Soeharto. Orang tua Pak Dwi, yakni pasangan M Ng. Rawi Prawirodihardjo dan Sugiem, atau kakek-nenek Agus Lasmono, merupakan paman dan bibi Soeharto sehingga Agus Lasmono merupakan keponakan Presiden Indonesia ke-2 tersebut.

Tak hanya keluarga Sudwikatmono, Wiwoho Basuki Tjokronegoro merupakan pemegang saham terbesar kedua di INDY lewat PT Teladan Resources yang mengantongi kepemilikan 28.1%. Sebagai informasi, Wiwoho merupakan ayah dari Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang dijuluki sebagai Menteri Terkaya di Kabinet Merah Putih.

Perjalanan Indika Group

Meski induk perusahaannya baru berdiri di tahun 2000, perjalanan Indika Group dimulai dari pendirian Tripatra di tahun 1973. Perusahaan ini lantas berganti nama menjadi Tripatra Engineering pada tahun 1977. Tidak ada catatan mendetail mengenai siapa pendiri perusahaan ini.

Selanjutnya, Kideco Jaya Agung (Kideco) didirikan pada tahun 1982. Indika Energy tercatat mengakuisisi 41% saham Kideco di tahun 2004. Di tahun yang sama, Cotrans Asia didirikan. Kepemilikan saham Indika Energy di Kideco naik menjadi 46% di tahun 2006.

Lebih ringkas, berikut perjalanan bisnis Indika Group selanjutnya:

  • 2007: Indika Energy melakukan merger dengan Tripatra dan Ganesha Intra Development Company;
  • 2007: Pendirian Cirebon Electric Power yang 20% sahamnya dimiliki Indika Energy;
  • 2007: Tripatra akuisisi 45% kepemilikan saham di Cotrans Asia, perusahaan logistik batu bara yang berdiri sejak tahun 2004;
  • 2008: Indika Energy lakukan IPO;
  • Indika Energy akuisisi 100% saham Indika Capital Pte. Ltd. (sebelumnya Westlake Capital Pte.) dan Citra Indah Prima;
  • 2009: Indika Energy akuisisi 98,55% kepemilikan saham di Petrosea;
  • 2011: Indika Energy resmi akuisisi 51% saham Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS), perusahaan logistik pertambangan;
  • 2015: Indy Properti Indonesia (IPI) luncurkan kompleks Indy Bintaro Office Park:
  • 2015: Indika Energy memulai proyek PLTU kapasitas 1000 MW Cirebon Energi Prasarana dengan 25% kepemilikan saham;
  • 2020: Indika Group lewat Indika Logistic and Support kantongi 29% saham di Konsorsium Patimban yang mengoperasikan Pelabuhan Patimban;
  • 2021: Pendirian PT Electra Mobilitas Indonesia sebagai produsen kendaraan listrik dengan merek ALVA.