Presiden Komisaris Bluebird Group Holding, Noni Sri Ayati Purnomo, mengatakan dirinya sempat berpikir untuk menutup Bluebird secara sementara selama periode pandemi Covid-19. Padahal, beberapa tahun sebelum Covid, Bluebir baru saja mulai menanjak dan beralih generasi di tahun 2018.
Noni Purnomo yang kala itu menjabat posisi Direktur Utama Bluebird menjelaskan bahwa krisis pandemi Covid-19 memberi tekanan hebat terhadap aspek finansial perseroan dan kesehatan SDM.
Baca Juga: Bukan Sekadar Unik, Ini Filosofi Gedung Bluebird yang Dibuat Menyerupai Amoeba
"Bluebird sudah menghadapi banyak sekali tantangan, tetapi belum pernah menghadapi tantangan sebesar pada saat pandemi. Revenue kami saat itu turun 50%-70%. Dan pertama kali selama 50 tahun Bluebird berdiri, kami membukukan net loss," ungkapnya dikutip pada Kamis (23/7/2026).
Dengan menutup secara temporer operasional Bluebird, ia menilai bisa menjaga kondisi keuangan perusahaan dari tekanan kerugian.
"Pada saat itu saya sebagai Direktur Utama dihadapi pilihan-pilihan yang sangat rumit. Apakah kami mau tutup saja gitu? Karena kami nggak tahu ini udah rugi gimana caranya (menghadapinya)," tambah Noni.
Akan tetapi, putusan tersebut akan berdampak pada kondisi keuangan para mitra pengemudi karena tidak kehilangan sumber mata pencaharian.
"Itulah yang membuat kami selalu termotivasi. Oke dengan keadaan seperti ini karena kami juga masih dibutuhkan, kami harus berpikir keras bagaimana caranya bangkit," tutup Noni.