Bagi Ciputra, posisi ini terasa tidak sesuai dengan nilai yang ia yakini. Maka ia pun bertanya pada dirinya sendiri ‘adakah cara lain?’.
“Nah, saya langsung pakai otak, bagaimana saya mengatasi itu? Saya bilang, tidak,” tegasnya.
“Saya harus opportunity creation atau menciptakan kesempatan. Bukan mencari peluang, tapi menciptakan kesempatan,” lanjut Ciputra.
Bagi Ciputra, kesempatan bukan sesuatu yang ditunggu, melainkan dibangun. Jika ia memiliki proyek sendiri, maka arah dan bentuknya ada di tangannya.
“Kesempatan apa? Yaitu kalau saya mempunyai proyek, maka kesempatan saya untuk membangun proyek macam apa?,” tuturnya.
Ia pun menyadari bahwa dengan menciptakan proyek, ia bisa menentukan segalanya.
“Kesempatan buat saya membangun kantor, membangun hotel, membangun supermarket, kantor, itu terserah saya,” ungkap Ciputra.
“Jadi kemandirian mencipta itu dalam tangan saya sebagai seorang developer,” sambung Ciputra.
Kesadaran itu pun membuat Ciputra mengambil keputusan yang sangat menentukan, bahkan sebelum ia lulus.
“Sebelum saya tamat, saya bilang, tidak. Saya tidak mau jadi Arsitek, saya akan jadi developer.” Tegasnya.
Bukan karena ia meninggalkan ilmu arsitektur, tetapi kata dia, karena ia ingin melampaui batas profesi.
“Saya akan menciptakan proyek saya sendiri, opportunity creation,” pungkas Ciputra.
Baca Juga: Mental Mandiri ala Ciputra: Jangan Bersandar pada Belas Kasihan Orang Lain