PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) membukukan kinerja positif pada paruh pertama tahun 2026. Hal tersebut tercermin dari pendapatan bersih MAP yang meningkat sebesar 23,4% menjadi Rp24,2 triliun pada semester I 2026.

Pada periode yang sama, laba kotor MAP mencapai Rp9,8 triliun, sementara laba usaha naik 23,2% menjadi Rp2,0 triliun, dengan EBITDA tercatat sebesar Rp3,8 triliun. Laba bersih MAP pada periode ini meningkat 26,9% mencapai Rp1,5 triliun.

Baca Juga: Jejak Agresivitas Djarum Group Akuisisi Banyak Entitas, Kecap Bango The Next Brand yang Diambil Alih?

Pada kuartal kedua, MAP mencatat pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 15,5% menjadi Rp11,9 triliun. Laba kotor tercatat sebesar Rp4,9 triliun, sementara laba usaha meningkat 12,5% menjadi Rp970 miliar, dan EBITDA mencapai Rp1,9 triliun. Selain itu, laba bersih meningkat 19,4% pada kuartal ini menjadi Rp690 miliar.

Ratih D. Gianda selaku VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group mengungkapkan bahwa MAP kembali mencatat kinerja yang resilien pada kuartal kedua tahun ini. Meskipun permintaan pelanggan mengalami normalisasi setelah periodeebaran, customer traffic kembali meningkat sepanjang bulan Mei dan Juni, didukung oleh rangkaian libur panjang serta periode libur sekolah.

"Hal ini mencerminkan kekuatan portofolio MAP yang terdiversifikasi serta brand-brand kami yang tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan," ungkap Ratih, dikutip pada Rabu (29/7/2026). 

Sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat portofolio brand dan memperluas ekspansi regional, MAP menghadirkan Timberland di Thailand, yang kemudian diikuti oleh peluncuran Abercrombie & Fitch dan Hollister di Filipina. Selain itu, Perusahaan juga meningkatkan efisiensi operasional melalui pengelolaan biaya dan back-end process yang lebih disiplin, sekaligus mengoptimalkan automation dan digitalisasi guna memberikan layanan yang baik kepada pelanggan di semua platform.

"Di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi dan geopolitik yang masih berlangsung, kami akan tetap lebih berhati-hati dalam mengelola bisnis. Hal ini dilakukan dengan terus memahami preferensi pelanggan, memperkuat kapabilitas omni-channel, serta memastikan Perusahaan tetap adaptif terhadap dinamika pasar. Pada saat yang sama, kami akan terus melakukan inisiatif yang telah kami jalankan untuk keberlanjutan MAP sehingga menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan," tutup Ratih.