Ia menilai langkah itu sangat baik, meski di Indonesia vaksinasi dewasa masih banyak bergantung pada kesadaran pribadi karena belum seluruhnya ditanggung pemerintah.
“Mari kita sama-sama saling mengingatkan satu dengan yang lain,” ujarnya.
Di Indonesia sendiri, vaksinasi bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun karena tidak mengenal musim dingin seperti negara subtropis.
Prof. Iris pun mengajak masyarakat menjadikan momen tertentu, seperti ulang tahun, sebagai pengingat untuk vaksinasi rutin.
“Kalau ingat pas ulang tahun, oh iya pas ulang tahun vaksinasi. Atau hadiahnya orang tua atau siapa pun yang ulang tahun hadiahnya vaksin,” tutur Prof. Iris.
Meski terdengar sederhana, ia menilai vaksinasi merupakan bentuk investasi kesehatan jangka panjang yang sangat berharga.
“Itu sebetulnya investasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Iris menjelaskan bahwa vaksinasi dapat diberikan sejak usia anak-anak hingga lanjut usia, bahkan pada usia sangat tua sekalipun selama kondisi kesehatan memungkinkan.
“Dari anak-anak itu sudah bisa vaksinasi sampai usia berapa pun,” katanya.
Tak hanya itu, ibu hamil pun tetap dapat menerima vaksin tertentu sesuai rekomendasi medis.
Karena itu, Prof. Iris berharap edukasi mengenai pentingnya vaksinasi terus diperluas agar masyarakat Indonesia semakin sadar menjaga kesehatan diri dan keluarga melalui imunisasi rutin.