Ketua MPR RI, Ahmad Muzani meminta masyarakat ikut menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah wacana kenaikan harga BBM non subsidi imbas gejolak Timur Tengah lantaran perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang belum berkesudahaan.
Politikus senior Partai Gerindra itu mengatakan penghematan BBM dapat dilakukan masyarakat lewat pengurangan kegiatan-kegiatan yang tak produktif di luar rumah
Baca Juga: Hitung-hitungan Kenaikan Harga BBM, Segini Perkiraan Harga Tertinggi
"Kami berharap kita semua melakukan penghematan apa yang bisa dilakukan. Semua kegiatan-kegiatan yang dianggap tidak produktif, tidak perlu. Perjalanan tidak perlu sebaiknya dihindari untuk melakukan penghematan energi, BBM dan penghematan-penghematan lagi," kata Muzani, dalam konferensi persnya di Kompleks DPR/MPR RI dilansir Rabu (1/4/2026).
Selain mengurangi kegiatan di luar rumah, Muzani juga menyarankan masyarakat menerapkan sistem kerja dari rumah atau WFH dimana lewat cara ini mobilitas masyarakat yang menggunakan kendaraan bisa menurun drastis.
"Kita banyak di rumah untuk melakukan kegiatan WFH, mudah-mudahan bisa lebih produktif dan menghasilkan sesuatu yang lebih kreatif," kata Muzani.
Sejauh ini pemerintah belum menaikan harga BBM non subsidi setelah sebelumnya kenaikan harga BBM itu diwacanakan mulai diberlakukan pada April 2026 ini. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengapresiasi keputusan tersebut.
"Pemerintah telah mengumumkan belum adanya rencana penyesuaian harga BBM subsidi maupun non-subsidi. Artinya, mulai besok harga masih tetap sama," ujar Dasco.
Dasco mengungkapkan, pihaknya memantau adanya antrean di sejumlah SPBU akibat isu kenaikan harga BBM. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik maupun melakukan pembelian berlebihan.
Dia menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk DPR, sebelum memutuskan untuk menunda penyesuaian harga BBM. Pengumuman tersebut juga telah disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara mewakili pemerintah.
Baca Juga: Respons Akademisi hingga HIPMI Apabila Harga BBM Non-Subsidi Naik
"Dengan adanya pengumuman ini, masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu antre, apalagi melakukan penimbunan BBM," tegasnya.