Berdiri sejak tahun 1951, Rodamas didirikan oleh Tan Siong Kie dengan nama Ho Hoa Trading Company Limited. Perusahaan ini berganti nama menjadi PT Perusahaan Dagang Rodamas Company Limited pada tahun 1953 dengan fokus usaha sebagai perusahaan pengimpor.

Di era tahun 1960-an akhir, seiring meningkatnya industri manufaktur dalam negeri, Rodamas mulai mengembangkan sektor manufakturnya. Mereka juga menggandeng sejumlah perusahaan luar negeri, terutama Jepang, untuk memproduksi berbagai produknya langsung di Indonesia. Salah satu merek ternama dari perusahaan ini adalah penyedap rasa Sasa yang diproduksi oleh PT Sasa Inti sejak tahun 1968.

Baca Juga: Kisah Tan Siong Kie Dirikan Rodamas Group, Grup Bisnis di Balik Sasa dan Salonpas

Selain Sasa, berikut anak perusahaan yang dimiliki Rodamas Group:

1. PT Sasa Inti

Didirikan sejak tahun 1968, perusahaan ini masih eksis hingga sekarang dengan merek andalannya, Sasa. Sejak memperkenalkan produk pertamanya, yakni Sasa MSG, lini produk yang diluncurkan oleh PT Sasa Inti telah mencakup tepung bumbu, santan, saus, sambal, aneka bumbu, hingga kaldu.

2. PT Sasa Housefoods Indonesia

PT Sasa Housefoods Indonesia (PT SHI) atau Sasa House merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara PT Sasa Inti (Indonesia) dan House Foods Group Inc. (Jepang) yang memproduksi bumbu kari jepang.

3. PT Tumbakmas Niagasakti

PT Tumbakmas Niagasakti (TNS) merupakan perusahaan yang mendistribusikan produk-produk Rodamas Group, yakni Sasa, Salonpas, Meg Cheese, dan kari Jepang.

4. PT Hisamitsu Pharma Indonesia

PT Hisamitsu Pharma Indonesia awalnya bernama PT Salonpas Indonesia yang berdiri pada tahun 1975. Awalnya, perusahaan ini hanya memproduksi Salonpas. Perusahaan mulai berganti nama menjadi PT Hisamitsu Pharma Indonesia di tahun 2003 dengan lini produknya saat ini ialah Salonpas dan Bye-Bye FEVER.

5. Rodamas Inti Internasional

Anak perusahaan Rodamas Group ini didirikan pada tahun 1953 untuk mendistribusikan produk FMCG ke pasar global.

6. PT Rodamas Inti Teknika

PT Rodamas Inti Teknika merupakan distributor resmi Hitachi Cooling & Heating, sebuah merek peralatan asal Jepang.

7. PT Kao Indonesia

PT Kao Indonesia berdiri pada 18 Januari 1985 dengan dua fasilitas produksi di Cikarang dan Karawang. Perusahaan ini memproduksi barang-barang konsumsi (Consumer Goods) yang secara garis besar dikelompokkan dalam 3 kategori:

  • Health & Beauty: sabun muka dan badan BIORE, masker mata MEGRHYTHM, cat rambut LIESE, dan body lotion JERGENS;
  • Hygiene & Living: pembalut & panty liner LAURIER, detergen & pelembut pakaian ATTACK, dan pembersih lantai MAGIC CLEAN;
  • Baby Diapers: popok bayi MERRIES.

8. PT Megmilk Snow Brand Indonesia

PT Megmilk Snow Brand Indonesia merupakan perusahaan manufaktur joint venture antara PT Rodamas dan Megmilk Snow Brand Co. Ltd. yang memproduksi MEG Cheese.

9. PT Asahimas Chemical (ASC)

PT Asahimas Chemical merupakan perusahaan kimia terintegrasi di Asia Tenggara yang menjadi bagian AGC Group, sebuah konglomerasi bisnis dari Jepang. Dengan pabrik yang berlokasi di Cilegon, Banten, ASC resmi didirikan sebagai perusahaan multinasional pada tahun 1986. Saat ini, pemegang saham ASC adalah AGC Inc., PT Rodamas (Indonesia), Benny Suherman (Indonesia), dan Mitsubishi Corporation of Japan. 

10. PT Asahimas Flat Glass Tbk

PT Asahimas Flat Glass Tbk merupakan produsen kaca hasil kerja sama AGC Group dengan Rodamas. AGC mempunya saham mayoritas sebesar 44.53%, sedangkan PT Rodamas mengantongi 41.63% saham sisanya. Perusahaan ini memiliki anak usaha bernama PT Auto Glass Indonesia yang bergerak di bidang perbaikan dan pemasangan kaca otomotif.

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Garudafood Group, Berawal dari Produsen Tepung di Pati

11. PT Lixil Aluminium Indonesia

PT Lixil Aluminium Indonesia merupakan perusahaan yang menjadi bagian LIXIL Group dengan merek TOSTEM. Perusahaan ini berpartner dengan Rodamas Group (PT Rodamas Inti Teknika) untuk memperluas pasarnya di Indonesia.

12. PT Sanwamas Metal Industry

Perusahaan ini merupakan perusahaan joint venture dari Sanwa Group (Jepang) dengan PT Esti Pura Kencana (bagian Rodamas Group). Didirikan pada tahun 1996, perusahaan ini memproduksi Sanwamas, merek jendela dan pintu.

13. Saint-Gobain Indonesia

Saint-Gobain hadir di Indonesia sejak 1995 dan saat ini menaungi 10 brand di bawah Saint-Gobain Indonesia: Mortar Utama, Weber, Isover, Ecophon, Pro-X, Gyproc, ADFORS, Fosroc, GCP, dan Saint-Gobain Glass. Rodamas diketahui ikut memiliki saham minoritas di salah satu anak usaha Saint-Gobain Indonesia.

14. PT DNP Indonesia (Dai Nippon Printing)

PT DNP Indonesia (Dai Nippon Printing) merupakan perusahaan joint venture PT Rodamas & DNP Corporation Jepang. Perusahaan ini bergerak dalam industri Flexible Packaging.

15. PT Riken Indonesia (Rapindo)

Perusahaan ini bergerak di bidang manufaktur PVC Compound untuk penggunaan general dan alat medis. PT Riken Indonesia (RAPINDO) didirikan pada tanggal 11 April 1995 sebagai perusahaan patungan dari empat pihak:

  • Riken Technos Corporation (Jepang) 56.22%;
  • Marubeni Corporation (Jepang) 25.60%;
  • PT Rodamas (Indonesia) 10%;
  • AGC. Inc (Jepang) 8.18%.

16. PT Parna Maspion Sejahtra

PT Parna Maspion Sejahtra merupakan perusahaan patungan antara PT Parna Raya, PT Bara Perkasa Investama, dan Rodamas Group. Perusahaan ini menyediakan terminal penyimpanan dan jasa distribusi amonia yang berlokasi di Kawasan Industri Maspion, Manyar-Gresik, Jawa Timur dengan kapasitas tangki 6.000 MT atau setara dengan 300.000 MT pasokan amonia per tahun.