Sysmex Indonesia menyelenggarakan CEO Forum Sysmex Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). Forum kepemimpinan strategis tersebut mempertemukan para CEO dan pemimpin utama sektor kesehatan untuk membangun perspektif baru mengenai kepemimpinan di era transformasi layanan kesehatan.

Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, CEO Forum Sysmex Indonesia 2026 mengusung tema “A New World of Healthcare Leadership.” Diskusi berfokus pada bagaimana kepemimpinan yang adaptif, inklusif, dan berbasis data menjadi kunci dalam menjaga ketahanan dan kinerja organisasi layanan kesehatan di tengah perubahan yang semakin kompleks.

Baca Juga: British Council Gelar ThinkTNE Forum 2026, Dorong Kolaborasi Pendidikan Transnasional Lintas Negara

“Melalui CEO Forum ini, Sysmex berkomitmen untuk mendampingi para pemimpin rumah sakit sebagai mitra strategis yang menyediakan ruang dialog, kolaborasi, dan perspektif yang mendukung pengambilan keputusan jangka panjang demi memperkuat ketahanan dan kinerja organisasi layanan kesehatan,” ujar Emilani Nababan, Presiden Direktur Sysmex Indonesia.

Diselenggarakan secara konsisten sejak 2022, CEO Forum Sysmex Indonesia telah menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Sysmex Indonesia dalam mendukung transformasi kesehatan nasional melalui penguatan kepemimpinan, kemitraan strategis, dan kolaborasi lintas ekosistem.

Forum dibuka oleh Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya keselarasan antara arah kebijakan nasional dan kesiapan institusi layanan kesehatan dalam menyukseskan Program Transformasi Kesehatan Indonesia. Menurutnya, keberhasilan reformasi kesehatan sangat bergantung pada kepemimpinan yang mampu menerjemahkan kebijakan strategis ke dalam implementasi operasional yang konsisten dan berkelanjutan.

Hadir pula Frank Buescher, President dan CEO Sysmex Asia Pacific sekaligus Senior Executive Officer Sysmex Corporation, Jepang, yang menyoroti peran krusial kepemimpinan dalam menjaga keberlangsungan layanan kesehatan di tengah tantangan stabilitas finansial, keterbatasan sumber daya, dan kompleksitas operasional.

Dari perspektif kebijakan dan tata kelola, dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes, Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI sekaligus Direktur Utama RSAB Harapan Kita, menekankan pentingnya kepemimpinan yang inovatif serta penguatan sistem dan tata kelola dalam memimpin fasilitas kesehatan di tengah kompleksitas tantangan saat ini.

Sementara itu, Jusup Halimi, Presiden Direktur EMC Group, menegaskan bahwa rumah sakit menghadapi tantangan nyata dalam menjaga ketahanan organisasi di tengah tekanan finansial dan regulasi. Ia menekankan bahwa pengambilan keputusan berbasis data serta kemitraan strategis jangka panjang menjadi faktor kunci dalam mempertahankan kinerja, mutu layanan, dan kepercayaan pasien.

Pandangan serupa disampaikan oleh para pemimpin rumah sakit swasta dan publik. dr. Grace Frelita, MM Medical Managing Director Siloam Hospitals, dan Prof. Dr. dr. Cita RS Prakoeswa, SpDVE., Subsp. DAI., FINSDV, FAADV., MARS, Presiden Direktur RSUD Dr. Soetomo, menekankan bahwa kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif di seluruh level organisasi menjadi krusial agar strategi dapat diterjemahkan menjadi dampak nyata bagi pasien dan sistem layanan kesehatan.

Dari sudut pandang diagnostik, dr. Dyah Anggraeni, M.Kes, Sp.PK, Komisaris Utama CITO Laboratorium Klinik, menyoroti peran strategis integrasi diagnostik dan data klinis dalam mendukung pengambilan keputusan medis yang lebih presisi, efisien, dan berkelanjutan.

Melengkapi perspektif lintas sektor, CEO Forum Sysmex Indonesia 2026 juga menghadirkan sesi inspiratif bersama Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia periode 2014–2019, yang membagikan refleksi mengenai integritas, keberanian dalam pengambilan keputusan, serta konsistensi nilai dalam memimpin organisasi besar di tengah perubahan dan kompleksitas.

“Sebagai penyelenggara, Sysmex Indonesia menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia solusi teknologi kesehatan, tetapi sebagai mitra strategis bagi para CEO rumah sakit dalam mendukung kepemimpinan yang mampu membangun organisasi yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan,” pungkas Emilani.