Bila jerawat tidak kunjung sembuh, sering kambuh, atau menimbulkan nyeri hebat, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kulit. Dokter dapat memberikan pengobatan yang lebih sesuai, mulai dari antibiotik topikal maupun oral hingga retinoid seperti adapalene untuk membantu mengurangi peradangan dan mempercepat regenerasi kulit.

Karena kulit di telinga tergolong tipis dan sensitif, penggunaan obat topikal sebaiknya dilakukan secukupnya sesuai petunjuk dokter atau aturan pakai.

Cara Mencegah Jerawat di Telinga

Meski tidak selalu bisa dicegah, risiko munculnya jerawat di telinga dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan area tersebut.

Baca Juga: Bikin Kesal, Ini 3 Penyebab Jerawat Tiba-tiba Muncul saat Bangun Tidur

Biasakan mencuci wajah dan rambut secara rutin agar minyak serta sel kulit mati tidak menumpuk di sekitar telinga. Selain itu, hindari kebiasaan menyentuh atau mengorek telinga karena dapat memindahkan bakteri dari tangan ke kulit.

Kebersihan telinga juga perlu diperhatikan, tetapi bukan berarti harus membersihkannya secara berlebihan. Kotoran telinga sebenarnya memiliki fungsi alami untuk melindungi liang telinga dari infeksi dan benda asing. Jika jumlahnya berlebihan, cukup bersihkan bagian luar telinga menggunakan waslap lembut atau tisu setelah mandi ketika kotoran sudah lebih lunak.

Bila diperlukan, gunakan obat tetes telinga untuk membantu melunakkan kotoran yang mengeras. Sebaliknya, hindari membersihkan telinga menggunakan cotton bud karena dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam dan meningkatkan risiko cedera pada liang telinga.