Bagi kamu yang tinggal di perkotaan dengan jadwal super padat, ritual self-care di malam hari rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran minyak pijat, aromaterapi, atau sabun herbal. Menyalakan lilin wangi atau mengoleskan parfum padat setelah seharian bekerja keras selalu sukses jadi cara instan buat menenangkan pikiran yang penat.

Tapi, pernah gak sih kamu penasaran dari mana aroma alami nan menenangkan itu berasal?

Jauh dari hiruk-pikuk kota, tepatnya di Desa Pulu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sebotol minyak esensial bukan sekadar produk kecantikan biasa. Di balik keharumannya, ada cerita tentang perjuangan anak muda yang berhasil mengubah bencana banjir menjadi berkah yang produknya kini dinikmati sampai ke Amerika Serikat!

Berawal dari Aksi Selamatkan Desa dari Banjir

Kisah ini dimulai dari kondisi Desa Pulu yang sempat menjadi langganan banjir bandang dan hujan ekstrem antara tahun 2020 hingga 2021. Bencana berulang itu merusak lahan pertanian subur di sana menjadi hamparan pasir gersang.

Melihat desanya yang rusak, Dilah Sahim (29 tahun), yang menjabat sebagai Direktur BUMDes Pulu, berinisiatif menanam tanaman sereh wangi di sepanjang bantaran sungai untuk memperkuat tanah dan mencegah erosi.

"Di awal kami tidak berpikir soal bisnis sama sekali. Yang penting lahan aman dan tidak semakin rusak, soal ekonomi itu datang belakangan," ujar Dilah. 

Siapa sangka, langkah tulus merawat alam ini justru menjadi titik balik lahirnya produk lifestyle premium bernama Lana Tumbavani, diambil dari bahasa Kaili lokal yang berarti "Minyak Sereh".

Baca Juga: Bikin Kulit Glowing dan Rambut Lebat, Ini 5 Manfaat Buah Pepaya yang Jarang Diketahui

Kemurnian Ekstrem: 200 Kg Daun Cuma Jadi 200 Ml Minyak!

Kalau kamu terbiasa dengan produk perawatan tubuh pabrikan yang diproduksi massal menggunakan bahan sintetis, kamu pasti bakal takjub dengan proses pembuatan produk-produk Lana Tumbavani.

Bayangkan saja, tanaman sereh wangi ini harus dirawat selama delapan bulan sebelum bisa dipanen untuk pertama kalinya. Setelah itu, daun-daunnya disuling secara tradisional di desa tanpa campuran pewangi buatan sama sekali.

Rasio produksinya pun tergolong sangat ketat: dari 200 kilogram daun sereh wangi, hanya bisa menghasilkan sekitar 200 mililiter minyak murni! Keterbatasan jumlah dan komitmen menjaga formula yang 100% alami inilah yang justru membuat kualitasnya dilirik oleh pembeli internasional dari Malaysia, Nepal, hingga Amerika Serikat.

Rekomendasi Self-Care Kit Organik yang Wajib Kamu Coba

Melalui gerakan ekonomi restoratif, yaitu memulihkan alam dulu baru menumbuhkan ekonomi masyarakat, Lana Tumbavani kini sukses merilis berbagai lini produk wellness dan spa alami yang estetik. Kerennya lagi, produk-produk ini sudah mulai digunakan sebagai fasilitas (amenities) di berbagai hotel dan destinasi pariwisata, lho!

Beberapa produk andalan mereka yang cocok banget masuk ke dalam daftar self-care kamu di antaranya:

  • Minyak Pijat & Aromaterapi Sereh Wangi: Punya aroma menenangkan yang murni untuk meredakan stres.
  • Sabun Herbal Daun Kelor: Perpaduan kebaikan minyak sereh wangi dan ekstrak daun kelor lokal untuk menutrisi kulit secara alami.
  • Lilin Aromaterapi Berbasis Beeswax: Dibuat dari lilin lebah alami yang ramah lingkungan dan tidak menghasilkan asap beracun saat dibakar.
  • Parfum Padat (Solid Perfume): Praktis dibawa ke mana saja untuk menjaga tubuh tetap segar dengan keharuman alami yang khas.

Di tengah meningkatnya tren gaya hidup eco-friendly dan kesadaran memilih produk kecantikan yang berkelanjutan (sustainable beauty), cerita dari Desa Pulu ini membuktikan bahwa merawat alam bisa berdampak langsung pada kesejahteraan warga lokal. Saat menggunakan sebotol minyak dari Lana Tumbavani, kamu gak cuma sedang memanjakan diri sendiri, tapi juga ikut berkontribusi dalam memulihkan bumi.