Selain itu, Ardhito juga membentuk grup musik Wijaya 80 bersama Erikson Jayanto dan Hezky Joe. Grup tersebut mengusung nuansa musik era 1980-an dan sukses menarik perhatian publik lewat lagu “Pemain Lama”, “Seharusnya Aku”, hingga “Terakhir Kali”. Lagu “Terakhir Kali” bahkan viral di media sosial, khususnya TikTok, dan kerap digunakan sebagai sound FYP.
Selain lagu “Terakhir Kali”, Wijaya 80 juga kembali mencuri perhatian lewat kolaborasi bersama Sal Priadi dalam lagu “Bulan Bintang, Garis Menyilang” yang dirilis pada 2026. Lagu tersebut mendapat respons positif dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Baca Juga: Berkenalan dengan Kenzy Taulany, Turuni Bakat Melawak dan Main Musik Andre Taulany
Nominasi & Penghargaan
Berkat karya-karyanya di industri hiburan, Ardhito Pramono juga berhasil meraih sejumlah penghargaan dan nominasi bergengsi.
Di dunia musik, ia beberapa kali masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia lewat lagu-lagu seperti “Fake Optics”, “Bitterlove”, hingga “Fine Today”. Pada 2020, Ardhito berhasil membawa pulang penghargaan kategori Artis Jazz Kontemporer Terbaik.
Tak hanya di musik, kiprahnya di dunia akting juga mendapat apresiasi. Lewat film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, Ardhito memenangkan penghargaan Pemeran Pendatang Baru Terfavorit di ajang Indonesian Movie Actors Awards 2020.