Dokter Tirta menilai, apabila pejabat belum memiliki informasi atau solusi yang jelas, lebih baik menyampaikan keprihatinan dan permohonan maaf secara tulus daripada mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.
“Kalau tidak bisa memberikan pernyataan yang menenangkan, mingkem, diam saja,” kata Dokter Tirta.
Lebih lanjut, Dokter Tirta menambahkan, pejabat publik sebaiknya menunjukkan sikap bertanggung jawab dengan menyampaikan permohonan maaf, menjelaskan langkah penanganan, serta berkomitmen melakukan upaya maksimal untuk mengatasi persoalan yang terjadi.
Bagi Dokter Tirta, komunikasi di tengah bencana bukan sekadar soal menyampaikan pernyataan kepada publik.
Pesan yang disampaikan juga perlu memberikan ketenangan dan menunjukkan keseriusan dalam menangani dampak yang dirasakan masyarakat.
Menutup pernyataannya, Dokter Tirta mengajak masyarakat untuk tetap memberikan dukungan kepada warga yang terdampak karhutla, khususnya mereka yang berada di Kalimantan.
Ia pun mengingatkan bahwa bantuan dapat diberikan melalui berbagai cara, mulai dari donasi hingga menyuarakan kepedulian terhadap situasi yang terjadi.
“Buat kawan-kawan yang di Kalimantan, tetap semangat. Buat teman-teman di sekitarnya, kalau mau membantu dengan donasi, monggo. Membantu dengan doa, monggo. Membantu dengan bersuara juga monggo,” pungkasnya.
Baca Juga: 4 Cara Aman Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menurut Dokter Tirta