Growthmates, masih banyak orang yang menganggap olahraga kardio adalah satu-satunya jenis latihan terbaik untuk menjaga kesehatan jantung. Di sisi lain, ada pula yang lebih memilih latihan beban atau weight lifting tanpa pernah melakukan kardio.

Padahal, menurut Dokter Spesialis Jantung Konsultan Kardiologi Intervensi di RS Hermina Depok, dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP(K), keduanya sama-sama penting dan saling melengkapi.

dr. Bobby memaparkan bahwa rekomendasi tersebut juga sejalan dengan panduan dari Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

Karena itu, masyarakat tidak perlu memilih salah satu jenis olahraga saja, melainkan mengombinasikan keduanya dalam rutinitas mingguan.

"Berdasarkan guideline dan panduan dari Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia atau PERKI, dua-duanya direkomendasikan. Rekomendasinya adalah 150 menit dalam satu minggu atau sekitar 30 menit dalam sehari. Kita bisa mengombinasikan, misalnya hari ini kardio, besok angkat beban, dan seterusnya," terang dr. Bobby, dalam sebuah video sebagaimana dikutip dari laman Instagram Raditya Dika, Senin (20/7/2026).

Menurut dr. Bobby, meski sama-sama memberikan manfaat bagi kesehatan, olahraga kardio dan latihan beban memiliki fungsi yang berbeda di dalam tubuh.

Olahraga kardio berfokus pada peningkatan kinerja otot jantung sehingga organ tersebut mampu memompa darah dengan lebih efisien.

Sementara itu, latihan beban atau resistance training bertujuan memperkuat otot rangka yang juga berkontribusi terhadap kesehatan metabolik.

Baca Juga: Jangan Terlalu Percaya Hitungan Kalori Smartwatch, Kata Dokter Gizi Klinik

"Kardio melatih otot jantung, sedangkan olahraga beban melatih otot rangka. Dua-duanya sama-sama bermanfaat," jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Bobby mengatakan bahwa salah satu indikator jantung yang semakin bugar adalah menurunnya denyut nadi saat beristirahat.

Hal ini menunjukkan jantung mampu bekerja lebih efisien karena setiap kali berdetak, volume darah yang dipompa menjadi lebih banyak.

"Kalau kita melatih otot jantung lewat kardio, jantung bisa bekerja lebih efektif. Salah satu buktinya adalah denyut nadi istirahat menjadi lebih rendah dibandingkan orang yang tidak terlatih. Dalam satu kali pompa, jantung bisa mengalirkan darah lebih banyak. Semakin rendah denyut nadi istirahat, artinya jantung bekerja lebih santai dan lebih rileks. Itu merupakan tanda kebugaran jantung yang baik," ungkapnya.

Sementara itu, lanjut dr. Bobby, manfaat latihan beban terhadap kesehatan jantung memang tidak terjadi secara langsung.

Namun, otot rangka yang lebih kuat dapat membantu tubuh mengendalikan berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.

"Kalau resistance training, yang dilatih adalah otot. Otot juga berpengaruh terhadap kesehatan jantung, meskipun secara tidak langsung. Ketika kita memiliki otot rangka yang kuat, otot tersebut membantu regulasi tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol," tandas dr. Bobby.

Baca Juga: Masih Merokok Meski Rajin Olahraga? Ini Pesan Penting dari Dokter Tirta