Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai mulai kehilangan panggung politik menjelang Pemilu 2029. Di saat yang sama, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut punya modal politik yang lebih kuat untuk terus meningkatkan elektabilitasnya.
Penulis asal Mojokerto, Hasyim Muhammad, lantas memberikan saran yang cukup nyeleneh kepada Anies. Jika masih ingin diperhitungkan dalam pertarungan politik 2029, Anies dinilai perlu lebih aktif mencari isu, bahkan “cari gara-gara” agar kembali menjadi sorotan media.
Hasyim menilai posisi Gibran sebagai Wakil Presiden akan menjadi modal penting untuk menjaga eksistensinya di ruang publik. Karena itu, Anies disebut tidak bisa hanya menunggu momentum datang.
“Seperti yang saya bilang di tulisan saya sebelumnya, Gibran tak akan diam saja. Modal kursi wapres akan terus dimanfaatkan untuk menaikkan elektabilitas,” tulis Hasyim melalui akun X pribadinya, dikutip Sealsa (01/09/2026).
Sementara itu, Hasyim menilai situasi Anies saat ini berbeda. Ia menyebut Anies mulai kehilangan panggung setelah tidak lagi menduduki jabatan publik.
“Di sisi lain, Anies Baswedan saat ini kehilangan panggung. Bahkan nggak punya kerjaan, kata Pandji. Jika ingin mempertahankan -bahkan menaikkan- elektabilitasnya, Anies harus kreatif ‘cari gara-gara’ biar muncul terus di media,” tulisnya.
Menurut Hasyim, gaya politik Anies yang cenderung tenang juga dinilai kurang cukup untuk mempertahankan perhatian publik. Ia pun menyarankan Anies mengambil posisi yang lebih aktif, termasuk memimpin gerakan dan turun langsung ke tengah masyarakat.
Bahkan, Hasyim menyebut Anies tak perlu ragu menunjukkan sikap keras atau marah jika situasi politik memungkinkan.
Ia memberikan contoh pernyataan yang menurutnya dapat digunakan Anies ketika berbicara di hadapan demonstran.
“Maaf, kesabaran saya sudah habis. Saya tak bisa lagi memakai cara seperti biasa. Kondisi sudah sangat keterlaluan. Betapa bodohnya kita jika diam melihat kondisi negara seperti ini!” ujarnya.
Baca Juga: Skenario Mengejutkan Pilpres 2029: Dedi Mulyadi Disebut Nekat Berduet dengan Anies Baswedan
Hasyim kemudian menjelaskan bahwa contoh tersebut bukan semata-mata soal substansi pernyataan, melainkan bagaimana Anies dapat kembali terlihat aktif di ruang publik dan membangun momentum politik.
“Sayang banget sih jika Juara 2 Pilpres 2024 sekarang elektabilitasnya tertinggal jauh dari KDM menurut survey Tempo,” tambahnya.
Ia pun secara terbuka mempertanyakan apakah Anies masih memiliki keinginan untuk kembali maju dalam kontestasi politik nasional.
“Pak Anies, apakah Anda sudah nggak mau nyalonin lagi?” tandas Hasyim.
Adapun berdasarkan survei elektoral nasional Tempo Data Science pada Agustus 2026, Dedi Mulyadi atau KDM menempati posisi teratas dengan elektabilitas 42%.
Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan 15%, sementara Anies Baswedan berada di urutan ketiga dengan 10%. Gibran Rakabuming Raka tercatat memperoleh elektabilitas 6%.
Survei tersebut melibatkan 1.260 responden yang tersebar di 38 provinsi. Dalam survei yang sama, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah tercatat sebesar 37%.
Angka tersebut menunjukkan posisi para tokoh dalam survei saat ini. Namun, perjalanan menuju Pemilu 2029 masih panjang dan peta elektoral dapat berubah seiring munculnya isu, kebijakan, maupun aktivitas politik masing-masing tokoh.