Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari mengaku heran dengan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menjadi salah satu program kesayangan Presiden Prabowo Subianto. 

Menurut Feri implementasi program ini benar-benar janggal dan sukar dinalar, sebab hasil penelusurannya belasan ribu KDMP justru di bangun di tengah hutan yang sulit diakses masyarakat, bahkan yang lebih bikin geleng-geleng lagi ratusan titik lainnya justru berada di tengah laut. 

Baca Juga: Mendes Cuek Dana Desa Bakal Dipakai Bayar Utang Kopdes Merah Putih

“Koperasi Merah Putih kita itu, Bang, dari titiknya ada 16.734 titik di dalam hutan. Ratusan di dalam lautan,” kata Feri dilansir Olenka.id Selasa (8/9/2026).

Feri mengaku data yang ia paparkan tidak mengada-ada seluruh data itu justru didapatkan dari rilis resmi pemerintah, bagi Feri pemilihan lokasi pembangunan titik Kopdes Merah Putih ini benar-benar tidak masuk akal. Feri mengaku percaya pada data tersebut sebab itu murni dikeluarkan pemerintah. 

“Data terbaru, ini resmi dari negara, data dari Stranas Pemberantasan Korupsi,” katanya. 

Feri pesimis program KDMP bisa berjalan efektif sebagaimana harapan pemerintah yang sekarang ini sedang menargetkan pembangunan 80.000 Koperasi Merah Putih baru. Feri mengatakan selama  lokasi pembangunan KDMP itu di lakukan di tempat-tempat terpencil yang sukar dijangkau maka KDMP terancam menjadi salah satu program gagal. 

“Targetnya saja Rp80.000. Data website Strategis Nasional Pemberantasan Korupsi yang mengatakan begitu, artinya 20 persen dari 80 ribu, which is impossible. Kalau titik-titik yang ditargetkan sudah terlihat eksis ya, faktanya pasti belum kan,” jelasnya.

Feri menegaskan kritiknya mengenai pemilihan lokasi ini bukan semata-mata hanya serangan politik yang dialamatkan untuk pemerintahan Prabowo Subianto, namun ia berharap pernyataan ini menjadi bahan evaluasi, supaya kedepannya para penyelenggara program ini tidak asal-asalan memilih lokasi untuk program yang menguras anggaran jumbo itu. 

“Ini kan sebenarnya koreksi yang disampaikan pemerintah. Pada dasarnya kami pendukung koperasi. Saya terlibat dalam koperasi pegawai, teman-teman saya bergerak dalam isu koperasi. Jadi tidak mungkin kami anti-koperasi,” katanya.

Baca Juga: Umbar Sinyal Bakal Lawan Prabowo di Pilpres 2029, AHY Kena Colek Gerindra, Langsung Disuruh Putar Otak Bereskan Persoalan Rakyat!

“Yang kami permasalahkan koperasi merah putih dibangun di luar semangat demokrasi ekonomi konstitusional yang digagas oleh ibu bapak bangsa kita,” tambahnya memungkasi.