Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)  resmi menjadi anak buah Kaesang Pangarep setelah bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jokowi sudah secara terbuka mengumumkan statusnya tersebut dengan menunjukkan Kartu  Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI. 

Politisi PDI-Perjuangan Guntur Romli langsung melontarkan kritik keras. Dia mengatakan yang saat ini dibutuhkan publik bukan KTA melainkan ijazah sarjana Jokowi yang hingga kini masih menjadi misteri lantaran tak pernah ditunjukkan secara terbuka.

Baca Juga: Gibran Diobok-obok Denny Cs, Orangnya Jokowi Ngomel-ngomel Gegara Parpol Pendukung Kompak Mingkem

Ketimbang pamer KTA PSI, Guntur Romli meminta Jokowi memamerkan ijazah aslinya supaya kegaduhan soal  polemik ijazah palsu yang sedang diperkarakan sekarang ini segera berakhir.

"Diminta nunjukin ijazah agar tidak makin gaduh, kok malah nunjukin KTA," kata Guntur Romli dilansir Olenka.id Senin (28/9/2026).

Tak hanya menyoal ijazah Jokowi, Guntur Romli yang juga merupakan eks kader PSI itu meminta Gibran Rakabuming Raka juga turut menjawab pertanyaan publik dengan menunjukkan SMA/SLTA yang menjadi persyaratan mendaftarkan diri sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 lalu. 

"Baik Jokowi diminta nunjukin ijazah S1 UGM-nya dan Gibran nunjukin ijazah SMA-nya," ujarnya.

Perlu diketahui Jokowi secara terbuka mengumumkan telah bergabung dengan PSI, partai politik yang disebut anaknya Kaesang Pangarep. Jokowi mengatakan dirinya bahkan sudah hampir setahun masuk PSI.  

Jokowi kemudian menunjukkan KTA PSI seraya tersenyum sumringah di hadapan kader partai dalam Rakorda DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). 

Baca Juga: Prabowo Memilih Diam Karena Jokowi Masih Terlalu Kuat, Agenda Pemakzulan Gibran Dipastikan Gagal Total

"Saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu. Banyak yang enggak percaya, saya sekarang buka saja kartu anggota saya ini," kata Jokowi.