Nama Rosario de Marshal atau yang lebih akrab dengan sapaan Hercules menjadi sorotan dalam satu dua hari belakangan ini setelah dirinya bersama organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB)  Jaya yang ia besut disebut-sebut terlibat dalam kerusuhan demo 27 Agustus. 

Meski telah membantah, namun video-video yang  diduga ormas Grib Jaya terlibat cekcok dengan masyarakat kini berseliweran di media sosial.

Dalam video-video yang beredar tampak kelompok yang diduga Grib Jaya berkonvoi menggunakan kendaraan roda  dua dan roda empat, mereka mendatangi sejumlah tempat, memukul siapapun yang ditemui secara membabi buta dengan kayu dan pentungan.

Baca Juga: Kerusuhan Demo 27 Agustus, Habib Bahar : Mau Grib Jaya Mau Siapa pun Ana Lawan, Kelingking Saya Tak Getar!

Sosok yang diduga Hercules pun terlihat di lokasi kerusuhan, Grib Jaya tak menampik keberadaan Hercules di lokasi kejadian namun mereka mengklaim ia datang untuk mengamankan kondisi yang sedang kacau.

Terlepas dari peristiwa kerusuhan 27 Agustus, Hercules memang sudah berulang kali terlibat bentrok dengan berbagai kelompok, bahkan jauh sebelum mendirikan Grip Jaya ia dan kelompoknya sudah dikenal sebagai penguasa Tanah Abang. Hercules sudah berulang kali berurusan dengan polisi karena aktivitas premanisme. Hingga kini ia bahkan dikenal sebagai gangster dan broker politik.

Rosario de Marshall berasal dari Timor-Timur (sekarang Timor Leste) pria kelahiran 27 Mei 1968 itu merupakan seorang portir untuk TNI-AD pada masa integrasi Timor-Timur.

Hercules telah menjadi yatim piatu pada usia 12 tahun. Kedua orangnya tewas dalam serangan Ainaro pada tahun 1978. Serangan itu pula yang membuat Hercules kehilangan satu tangannya.

Zacky Anwar Makarim lalu membawa Hercules ke Jakarta. Ia diboyong bersama 9 pemuda Timor-Timur lainnya mereka direkrut sebagai Tenaga Bantuan Operasional (TBO).

Di Jakarta, jalan hidup Hercules justru berubah drastis, ia mendirikan kelompok preman di kawasan Tanah Abang dan mengatur dunia di bawah tanah kejahatan Jakarta pada tahun 1990-an.

Pendukung Garis Keras Prabowo Subianto

Sudah menjadi rahasia umum Hercules dan kelompoknya merupakan pendukung garis keras Prabowo Subianto. Hubungan politik mereka sudah terjalin harmonis sejak lama. 

Bahkan jauh sebelum Prabowo terjun ke politik mereka sudah membina hubungan baik. Hubungan mereka sudah terjalin ketika Prabowo masih bertugas di Timor-Timur sebagai Prajurit TNI aktif.

Dalam berbagai kesempatan, Hercules mengaku berhutang nyawa kepada Prabowo, hal itu pula yang membuat dirinya sangat menghormati eks Danjen Kopassus itu dan terus mendukungnya sampai kapan pun.

Mendirikan Grib Jaya

Kedekatannya dengan berbagai tokoh politik dan sosok berpengaruh Tanah Air membuat langkah Hercules mendirikan Grip Jaya berjalan mulus. Ormas ini resmi berdiri pada 2011. Hercules sebagai pendiri didapuk menjadi ketua umum periode 2024-2029.

Hercules mendirikan GRIB Jaya untuk memobilisasi sinergi dan jaringan dengan pemerintah serta aparat negara, yakni TNI dan Polri.

Dalam perjalanannya Hercules dan Grib kerap terlibat berbagai masalah, salah satunya adalah bentrok dengan ormas Pemuda Pancasila di Blora, Jawa Tengah, pada 14 Januari 2025.

PAda April 2025, Ketua DPP GRIB Jaya Jawa Barat, Gabryel Alexander Etwiorry, juga sempat mengancam Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan mengerahkan puluhan ribu anggota ormas ke Gedung Sate. Dedi dianggap mencari masalah dengan ormas yang dulu membantunya memenangkan diri sebagai gubernur.

Anggota ormas GRIB Jaya juga terlibat dalam aksi pembakaran mobil dan penganiayaan anggota Polres Metro Depok pada April 2025. Aksi tersebut diotaki oleh pria berinisial TS selaku Ketua GRIB Jaya Harjamukti.

Pada Mei 2025, Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo juga turut melontarkan amarahnya kepada Hercules lantaran mantan Gubernur Jakarta Letjen (Purn) Sutiyoso dihina dengan sebutan 'bau tanah'.

Deretan kontroversi ini yang membuat Grip Jaya ditolak di berbagai wilayah, salah satunya Bali.

Menjadi Adik Angkat Habib Luthfi

Hercules telah diangkat menjadi adik angkat dari Habib Luthfi bin Yahya yang merupakan sosok ulama yang disegani oleh masyarakat Indonesia dan juga selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah. Diangkatnya Hercules bahkan disebut menjadi sejarah karena dirinya diangkat di dalam kamar pribadi Habib Luthfi dan disaksikan oleh sejumlah tokoh dan muhibbin (pencinta) Habib Lutfi.

Baca Juga: Kerusuhan Demo 27 Agustus, Habib Rizieq Tantang Prabowo Bubarkan Ormas Preman: Tangkap Kiai Cepat, Sama Preman Takut!

Ia dijadikan adik angkat dari salah satu ulama berpengaruh di Indonesia itu setelah Hercules memilih memeluk Islam beberapa tahun silam.