Sakit kepala sebelah atau migrain bukan sekadar pusing biasa yang bisa hilang begitu saja dalam hitungan menit. Bagi yang sering mengalaminya, serangan migrain sering kali terasa sangat mengganggu dan membuat produktivitas menurun.

Melansir dari laman Healthline, satu sesi serangan migrain pada orang dewasa umumnya berlangsung antara 4 hingga 72 jam, bahkan bisa memakan waktu lebih lama lagi. Durasinya memang sulit untuk diprediksi secara pasti, tetapi rajin mencatat perkembangannya bisa membantu.

Para ahli menemukan bahwa serangan migrain pada anak-anak cenderung berlangsung dalam durasi yang jauh lebih singkat. Anak berusia di atas 5 tahun biasanya mengalami migrain minimal 1 hingga 2 jam, sedangkan untuk anak yang lebih muda, durasi minimalnya bisa sekitar 30 menit saja.

Secara medis, satu episode serangan migrain sebenarnya bisa dibagi menjadi empat tahapan yang berbeda. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua orang akan melewati keempat fase ini di setiap serangannya. Tahapan-tahapan tersebut antara lain:

  • Prodrome: Fase peringatan dini dengan gejala-gejala awal.

  • Aura: Gejala sensorik (seperti gangguan penglihatan) sebelum nyeri kepala hebat muncul.

  • Sakit Kepala (Headache): Fase serangan utama di mana nyeri kepala memuncak.

  • Postdrome: Fase pemulihan atau pembersihan sisa-sisa efek migrain.

Beberapa fase di atas mungkin hanya berlangsung singkat, sementara fase lainnya bisa memakan waktu jauh lebih lama. Untuk itu, membuat jurnal harian khusus migrain sangat disarankan agar bisa melacak pola serangan dan membantumu lebih siap mengantisipasinya.

Baca Juga: Peringatan Hari Tumor Otak Sedunia: Dokter Ungkap Ciri Sakit Kepala yang Perlu Diwaspadai

Kapan Waktu yang Tepat untuk Konsultasi ke Dokter?

Jika kamu baru pertama kali merasakan serangan migrain, penanganan mandiri di rumah atau mengonsumsi obat bebas (OTC) yang dijual di apotek biasanya sudah cukup efektif untuk meredakan gejalanya. 

Namun, jika serangan ini sudah terjadi berulang kali, membuat janji temu dengan dokter adalah langkah terbaik agar kamu bisa mendapatkan rencana perawatan yang dirancang khusus sesuai kebutuhan tubuhmu.

Kamu juga wajib segera menghubungi atau datang ke dokter jika mengalami kondisi berikut ini:

  • Sakit kepala atau migrain muncul sesaat setelah kamu mengalami cedera di kepala.

  • Serangan migrain bertahan sangat lama, yaitu lebih dari 72 jam tanpa jeda.

  • Kamu baru pertama kali merasakan serangan migrain di usia 40 tahun atau lebih.

  • Tiba-tiba didera sakit kepala hebat secara mendadak (thunderclap headache).

  • Usia kamu sudah di atas 50 tahun.

  • Karakteristik atau kualitas rasa sakit kepala yang biasa kamu alami mendadak berubah secara drastis.

  • Sakit kepala yang kamu rasakan disertai dengan gejala saraf (neurologis), seperti tubuh terasa lemas di satu sisi, mati rasa (kebas), kehilangan penglihatan, hingga sempat pingsan atau kehilangan kesadaran.

Mengenali tanda-tanda awal migrain sejak fase prodrome bisa menjadi senjata ampuh bagi kita untuk segera mengambil tindakan pencegahan sebelum nyerinya memuncak. 

Namun, jangan abai jika gejalanya sudah mulai menunjukkan tanda bahaya atau disertai gangguan saraf, segera cari bantuan medis demi keamanan jangka panjang, ya!