Mengalami batuk sesekali setelah makan umumnya bukanlah hal yang mengkhawatirkan. Namun, jika kondisi ini terjadi secara rutin, bisa jadi ada masalah kesehatan tertentu yang melandasinya.
Melansir dari laman Healthline, berikut adalah lima penyebab utama batuk setelah makan yang perlu kamu ketahui. Simak baik-baik, ya!
1. Aspirasi (Makanan Salah Masuk Saluran)
Aspirasi terjadi ketika makanan, minuman, atau air liur secara tidak sengaja masuk ke saluran napas (tenggorokan/trakea) alih-alih ke kerongkongan. Batuk merupakan refleks alami tubuh untuk membersihkan saluran napas sebelum zat asing tersebut mencapai paru-paru.
Sebagian besar orang bisa mengalami aspirasi tidak sengaja. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada lansia atau penderita disfagia (kesulitan menelan), gangguan saraf seperti penyakit Parkinson, riwayat stroke, hingga masalah kesehatan gigi.
Baca Juga: Mengapa Batuk dan Pilek Bisa Berlangsung hingga Berminggu-minggu?
2. Asam Lambung Naik
Kondisi ini terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Jika bersifat parah atau kronis, kondisi ini dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD). Ada pula kondisi serupa bernama laryngopharyngeal reflux (LPR), di mana asam lambung naik hingga ke laring (kotak suara).
Asam yang naik dapat mengiritasi dinding kerongkongan dan memicu batuk, disertai sensasi terbakar di tenggorokan (heartburn), rasa mengganjal di tenggorokan, peningkatan produksi lendir, hingga kesulitan bernapas.
3. Alergi Makanan atau Lingkungan
Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi zat yang tidak berbahaya sebagai ancaman.
Batuk setelah makan bisa dipicu oleh alergen makanan (seperti telur, susu, kacang-kacangan, makanan laut, dan gandum) atau alergen lingkungan (seperti serbuk sari dan debu) yang terhirup saat makan. Reaksi ini kerap disertai gejala lain seperti sesak napas atau munculnya biduran (hives).