Bagaimana jika karakter yang selama ini hanya terlihat dalam ilustrasi tiba-tiba bisa ditemui dalam kehidupan nyata? Pengalaman tersebut coba dihadirkan Jakarta Doodle Fest (JDF) 2026 melalui Komplek Absurd.

Berbeda dari festival seni visual yang hanya mengajak pengunjung melihat karya, JDF tahun ini membawa dunia ilustrator Michelle Sherrina atau Sherchle ke dalam sebuah pengalaman yang bisa dijelajahi secara langsung.

Komplek Absurd menjadi bagian dari semesta Musikal Absurd: Hidup Segan But I’m Not Done, pertunjukan utama JDF 2026. Pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan cerita di atas panggung, tetapi juga dapat berinteraksi dengan berbagai elemen yang sebelumnya hadir melalui karya visual Sherchle.

Baca Juga: Berawal dari Ilustrasi, Karya Sherchle 'Hidup' di Musikal Absurd Jakarta Doodle Fest 2026

Setibanya di Galeri Ciputra Artpreneur, pengunjung akan disambut dengan berbagai bagian dari dunia Absurd. Salah satunya adalah kesempatan mencicipi Pecel Hehe, makanan yang sebelumnya hanya muncul dalam ilustrasi karya Sherchle dan kemudian menjadi bagian dari cerita musikal.

Pengalaman tersebut membuat batas antara karya visual dan kehidupan sehari-hari menjadi lebih cair. Karakter, tempat, serta elemen yang sebelumnya hanya hidup dalam ilustrasi dibuat hadir dalam bentuk instalasi dan ruang yang dapat dijelajahi pengunjung.

Komplek Absurd juga menghadirkan sejumlah area dengan nama yang terinspirasi dari semesta karya Sherchle. Ada Kremes-Kremes Kehidupan, Warung Ncik Sherchle, Fotokopi Bang Jali, Toko Kembang Absurd by Rosette Florist, Kedai Es Yuzurly by Kaeru Yuzu, hingga Balai Warga Absurd.

Konsep ini sejalan dengan format baru yang diusung JDF 2026. Memasuki penyelenggaraan keempat, festival yang digawangi TFR News tersebut tidak lagi hanya berfokus pada karya visual, tetapi mulai memperluas pengalaman melalui performance dan live experience.

Baca Juga: Jakarta Doodle Fest Edisi Ke-3 Hadir di Mall Senayan City

Co-founder JDF dan TFR News Christine Laifa mengatakan pengembangan IP kreator menjadi pengalaman baru merupakan arah yang ingin terus dieksplorasi JDF.

“Karakter garapan Sherchle dalam stiker, poster, toys, hingga gantungan kunci ‘dihidupkan’ dan menjadi sebuah pengalaman yang baru,” ujar Christine.

Semesta Absurd sendiri berangkat dari karya-karya Sherchle yang kemudian dikembangkan menjadi Musikal Absurd. Pertunjukan tersebut pertama kali hadir di Galeri Indonesia Kaya pada November 2025.

Setelah mendapatkan respons positif dari penonton, pertunjukan kembali hadir dalam JDF 2026 dengan cerita yang dikembangkan dan durasi yang diperpanjang menjadi 90 menit.

Musikal Absurd mengisahkan Vina Panduanidup, perempuan berusia 29 tahun yang mulai kehilangan makna hidupnya. Dalam perjalanan tersebut, ia bertemu dengan makhluk dari alam khayalan yang membawanya menelusuri berbagai memori.

Cerita tersebut menjadi dasar untuk membawa dunia Absurd keluar dari panggung. Melalui Komplek Absurd, elemen yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari ilustrasi kemudian dibuat menjadi pengalaman yang dapat ditemui secara langsung.

Bagi Sherchle, melihat karya-karyanya kembali diterjemahkan dalam format berbeda menjadi pengalaman yang emosional.

“Tidak aku sangka ternyata sesuka itu ya teman-teman kolaborator dengan karya ini, sampai mau bikin lagi, bahkan diperpanjang durasinya,” ujarnya.

JDF 2026 digelar pada 4–5 September 2026 di Galeri Ciputra Artpreneur, Jakarta. Selain Musikal Absurd dan Komplek Absurd, penyelenggaraan tahun ini menjadi bagian dari upaya JDF membuka ruang kolaborasi lintas disiplin sekaligus memperkenalkan cara baru dalam menikmati karya seni visual.

Sejak pertama kali digelar pada 2023 di M Bloc Space, JDF terus mengembangkan formatnya. Pada 2024, festival digelar di Taman Ismail Marzuki, sementara edisi 2025 berlangsung di Senayan City dan Galeri Indonesia Kaya.

JDF juga mulai mengeksplorasi pertunjukan berbasis IP sejak 2024 melalui “Moonboy & His Starguide” yang terinspirasi dari ilustrasi Varsam Kurnia.

Kini, melalui semesta Absurd, JDF kembali mencoba mempertemukan ilustrasi dengan pertunjukan dan pengalaman langsung. Ke depan, format serupa disebut akan terus dikembangkan dalam berbagai bentuk live experience.